
Pemerintah Kota (Pemkot) Surakarta merencanakan pengembangan Sungai Jenes yang berada di Kelurahan Pajang, Kecamatan Laweyan ini sebagai destinasi eco tourism atau wisata berbasis lingkungan di Kota Surakarta atau Kota Solo.
Program tersebut, kata Wali Kota Surakarta Respati Ardi, disiapkan sebagai proyek percontohan yang diharapkan mampu menggerakkan perekonomian masyarakat sekaligus menjaga kelestarian lingkungan.
Rencana pengembangan itu akan dilaksanakan secara bertahap melalui kolaborasi antara Pemkot Surakarta, Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS), relawan, kelompok masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Respati menjelaskan, gagasan tersebut merupakan tindak lanjut dari berbagai masukan yang disampaikan warga dan relawan saat kegiatan bersih – bersih Sungai Jenes bersama Pandawara Group dan Bank Indonesia.
Guna mematangkan konsep pengembangan, Pemkot Surakarta menggelar rapat koordinasi di Loji Gandrung, yang dihadiri BPBD, BBWS, relawan dan perwakilan masyarakat.
Pada pertemuan tersebut, Respati menegaskan bahwa penataan Sungai Jenes membutuhkan pembagian tugas yang jelas agar seluruh pihak dapat bergerak secara terintegrasi.
Menurutnya, keberhasilan proyek tersebut sangat bergantung pada sinergi antara pemerintah, instansi terkait, relawan, dan masyarakat.
“Output supaya berkelanjutan, ini kita jadikan tempat usaha yang akan dimanfaatkan oleh komunitas dan masyarakat. Usulan dari relawan terkait eco tourism dan river tourism, silakan. Tapi goal harus ada nilai ekonominya,” tutur Respati.
Dia menambahkan, pengembangan Sungai Jenes akan dilakukan secara bertahap dengan membagi kawasan ke dalam beberapa koridor.
Pada tahap awal, difokuskan pada pembangunan kawasan percontohan yang nantinya dapat direplikasi di sepanjang aliran sungai.
Pemkot Surakarta menetapkan kawasan RW 10 dan RW 14 sebagai lokasi prioritas pengembangan.
Kawasan tersebut akan ditata menjadi ruang berbasis lingkungan yang tidak hanya lebih bersih dan nyaman, tetapi juga mampu menjadi destinasi wisata dan membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
“Yang paling urgent dan prioritas ini sebagai percontohan dan ini menjadi komitmen bersama Pemkot Surakarta untuk memulai pengembangan potensi Sungai Jenes,” jelasnya.
Melalui program ini, Pemkot Surakarta berharap Sungai Jenes tidak lagi hanya berfungsi sebagai saluran air, tetapi juga menjadi ruang publik yang produktif, destinasi wisata berbasis lingkungan, sekaligus pusat aktivitas ekonomi masyarakat yang dikelola secara berkelanjutan. B



