Pemerintah Percepat Restorasi Seluruh Kawasan Candi Prambanan dan Candi Sewu

Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berkunjung ke kawasan Candi Prambanan dan Candi Sewu. (dok. injourneydestination)
Bagikan

Pemerintah berkomitmen untuk mengakselerasi proses pemugaran candi perwara yang ada di Candi Prambanan, yang berlokasi di Kabupaten Sleman, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Hal tersebut ditegaskan oleh Menteri Kebudayaan Fadli Zon saat berkunjung ke kawasan Candi Prambanan dan Candi Sewu, belum lama ini.

“Jadi, kita sedang membahas, diskusi bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini yang tentu saja nanti melibatkan banyak ahli sehingga Candi Prambanan ini bisa kita restorasi secara utuh. Kita juga mendapat satu uluran bantuan dari pihak India terutama untuk satu kuadran rencananya,” jelasnya.

Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) berupaya mempercepat restorasi dan revitalisasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan dalam upaya untuk melestarikan cagar budaya dan menjadikannya sebagai pusat kebudayaan yang berdampak bagi masyarakat.

“Langkah ini diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi tersebut secara utuh, sekaligus mengukuhkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat,” tutur Fadli Zon.

Selain itu, Kemenbud sedang mematangkan kajian komprehensif mengenai restorasi kompleks Candi Prambanan dengan melibatkan ahli konservasi, arkeologi dan teknik struktur.

Pemerintah juga membuka ruang kerja sama internasional dalam pelaksanaan restorasi dan revitalisasi kompleks Candi Prambanan.

Tantangan teknis meliputi ketersediaan material batu asli di lokasi candi. Sebagian batu pembangun candi diperkirakan telah terdispersi, menyisakan antara 10% hingga 30% material asli di tiap titik candi.

Kondisi batu yang tersisa juga beragam, ada yang masih utuh, ada yang pecah dan ada yang mengalami degradasi, pelapukan akibat penggaraman, serta pengaruh faktor lingkungan mikro.

Sesuai dengan kaidah pemugaran yang ditetapkan oleh Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa – Bangsa (UNESCO), restorasi tiga perempat area candi akan dilakukan secara mandiri oleh tim ahli nasional Indonesia.

“Kami sedang membahas bagaimana melakukan satu restorasi besar terhadap Candi Prambanan ini, tentu saja nanti akan melibatkan banyak ahli, sehingga Candi Prambanan bisa kita restorasi secara utuh,” ungkap Menteri Kebudayaan.

Kunjungan Menteri Kebudayaan turut dihadiri oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan, Direktur Operasi InJourney Destination Management Indung Purwita Jati, serta GM Prambanan dan Ratu Boko Leonardus Adityo Nugroho.

Menteri Kebudayaan mengunjungi Candi Prambanan yang merupakan candi Hindu terbesar di Indonesia yang memiliki tiga candi utama, yakni Candi Siwa, Candi Brahma dan Candi Wisnu.

Selain itu, rombongan juga berkunjungan ke kompleks Candi Sewu yang berada di wilayah Klaten, Jawa Tengah.

Upaya restorasi dan revitalisasi menyeluruh kompleks Candi Prambanan dan Candi Sewu diambil guna melestarikan cagar budaya monumental peninggalan abad ke-9 Masehi.

Hal tersebut sekaligus menempatkannya sebagai pusat kebudayaan dan living heritage yang berdampak bagi masyarakat.

Menteri Kebudayaan menyampaikan bahwa pemugaran menyeluruh candi tidak hanya ditujukan untuk memulihkan bangunannya, tetapi juga untuk menghidupkan ekosistem pariwisata berbasis budaya, sejarah dan religi yang dapat mendatangkan manfaat berkelanjutan bagi masyarakat.

“Harapannya semoga bisa mendatangkan semakin banyak wisatawan budaya, wisata sejarah, wisatawan religi, dari berbagai negara, wisatawan asing, dan juga dari domestik,” ungkapnya. B

Komentar

Bagikan