
Crew helikopter yang sebelumnya dilaporkan hilang setelah kecelakaan di perairan Sungai Barito ditemukan meninggal dunia.
Helikopter angkut Super Puma H-255 bernomor registrasi VH-HGM itu mengalami kecelakaan di Desa Tabatan, Kecamatan Kuripan, Kabupaten Barito Kuala, Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Minggu (8/11).
Saat kejadian, helikopter tersebut tengah menjalankan misi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Korban meninggal dunia adalah Yayan Supyansuri, warga negara Indonesia yang bertugas sebagai Helicopter Landing Officer (HLO).
Jenazah Yayan telah dievakuasi ke Puskesmas Jenamas, Kabupaten Barito Selatan, Kalimantan Tengah, selanjutnya jenazah akan dibawa ke Banjarbaru, Kalimantan Selatan.
Dua crew lainnya yang ditemukan selamat, yakni Michael John Betterridge, warga negara Australia dan Hugh Andrew John Page, warga negara Selandia Baru, telah menerima penanganan medis di Rumah Sakit (RS) TNI AU.
Tim penyelamat dari Basarnas Kantor SAR Banjarmasin mengerahkan 18 personel untuk melakukan evakuasi pada pukul 13.10 Wita.
Operasi pencarian juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), TNI AU, Polri, Babinsa, dan masyarakat setempat.
Menyikapi kejadian ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencna (BNPB) berkomitmen memfasilitasi investigasi resmi oleh pihak berwenang untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan.
Langkah ini diharapkan dapat mencegah munculnya spekulasi di tengah masyarakat.
Sebagai tindak lanjut, BNPB akan mengevaluasi keselamatan operasi udara secara menyeluruh.
Evaluasi mencakup kesiapan teknis armada, prosedur pengambilan air (water bombing), kelaikan awak pesawat dan kondisi cuaca, serta karakteristik lokasi.
BNPB memastikan penanganan karhutla tetap berlanjut meski terjadi insiden tersebut.
Operasi darat akan diperkuat, sedangkan penugasan armada udara akan dievaluasi secara ketat. B



