PT Garuda Maintenance Facility Aero Asia (GMFI) Tbk., anak usaha PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) berhasil meraup pendapatan sebesar Rp413,42 miliar pada sembilan bulan pertama tahun 2026.
Perolehan itu meningkat 34,6% secara tahunan atau dibandingkan dengan Rp307,13 miliar pada periode yang sama tahun lalu.
Berdasarkan lini bisnis, reparasi dan overhaul menjadi kontributor terbesar bagi pendapatan GMFI.
Lini bisnis ini meraup pendapatan Rp335,85 miliar atau setara 81,23% dari total pendapatan.
Sementara itu, sisanya sebanyak Rp60,45 miliar berasal dari lini bisnis perawatan, serta operasi lainnya Rp17,15 miliar.
Secara tahunan, pendapatan bisnis reparasi dan overhaul GMFI meningkat 44,79%.
Kemudian, pendapatan dari bisnis perawatan tumbuh tipis 5,53%, dan pendapatan dari operasi lain turun 4,34%.
Pada sembilan bulan pertama 2026, GMFI dua pelanggan terbesar GMFI, yaitu Garuda Indonesia dan Citilink.
Masing – masing maskapai penerbangan ini menyumbang Rp171,9 miliar dan Rp106,7 miliar bagi pendapatan GMFI.
Meskipun pendapatan tumbuh positif, tetapi laba bersih GMFI terkontraksi 0,86% menjadi Rp22,13 miliar hingga September 2026.
Pada sembilan bulan pertama 2025, laba bersih GMFI tercatat sebesar Rp22,32 miliar.
Tekanan laba GMFI terjadi seiring adanya lonjakan pada beberapa pos biaya, termasuk pegawai hingga beban material.
Namun, di tengah lonjakan biaya, GMFI mendapat penghasilan keuangan yang lebih besar hingga mengimbangi lonjakan beban operasionalnya. B




