Garuda Indonesia Ubah Susunan Direksi dan Komisaris

Sejumlah pesawat maskapai Garuda Indonesia. (dok. garudaindonesia)
Bagikan

PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. (GIAA) mengubah jajaran direksi dan komisaris dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025, belum lama ini.

Rapat yang dihadiri pemegang 384.278.471.558 lembar saham atau 94,39% dari keseluruhan pemegang saham ini membahas sejumlah mata acara sesuai terkait dengan kinerja perseroan tahun buku 2025.

Salah satu mata agendanya yakni perubahan Pengurus Perseroan. RUPST resmi menyetujui pengangkatan Frans Dicky Tamara sebagai Direktur Human Capital and Corporate Service, serta Sugito Anjasmoro sebagai Komisaris.

Selain itu, perseroan turut memberhentikan dengan hormat Eksitarino Irianto dari jabatan Direktur Human Capital and Corporate Service dan Frans Dicky Tamara dari posisi Komisaris yang menjabat sejak 15 Oktober 2025.

Agenda lainnya adalah Laporan Tahunan Perseroan Tahun Buku 2025, termasuk di dalamnya Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan, Laporan Tugas Pengawasan Dewan Komisaris, Laporan Keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).

Kemudian, penetapan Akuntan Publik dan/atau Kantor Akuntan Publik untuk Mengaudit Laporan Keuangan Konsolidasian Perseroan dan Laporan Keuangan Program PUMK Tahun Buku 2026, Pendelegasian Kewenangan Persetujuan Rencana Jangka Panjang Perusahaan (RJPP) Tahun 2026 – 2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Tahun 2027 beserta Perubahannya, Laporan Realisasi Penggunaan Dana Hasil Penawaran Umum.

Adapun sepanjang periode Januari – Maret 2026, Garuda Indonesia Group mencatat kenaikan pendapatan usaha konsolidasian sebesar 5,36% menjadi US$762,35 juta dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Pendapatan penerbangan berjadwal (scheduled flight) menjadi kontributor utama dengan pertumbuhan sebesar 7,36% menjadi US$648,10 juta.

Selain mencatatkan pertumbuhan pendapatan, perseroan juga berhasil menekan rugi bersih hingga sekitar 45,2% menjadi US$41,62 juta dibandingkan dengan rugi bersih periode yang sama.

Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia Glenny Kairupan, capaian kinerja pada Kuartal I/2026 tersebut menjadi sinyal positif terhadap proses penguatan fundamental operasional dan bisnis perseroan.

“Pertumbuhan trafik penumpang, peningkatan kapasitas penerbangan, serta perbaikan kinerja keuangan pada Kuartal I/2026 menunjukkan bahwa langkah transformasi dan penguatan fundamental bisnis yang dijalankan perusahaan mulai menunjukkan progres positif secara bertahap,” katanya dalam keterangan resminya.

Glenny mengatakan, fokus utama Perseroan saat ini tetap diarahkan pada penguatan fundamental bisnis melalui peningkatan operational excellence, cost discipline, penguatan service reliability, optimalisasi jaringan penerbangan, transformasi layanan, serta digitalisasi operasional secara berkelanjutan.

“Dengan susunan Manajemen baru ini diharapkan akan mendukung langkah akselerasi Perseroan untuk menuju fase turnaround yang semakin solid, serta menjadikan Garuda Indonesia sebagai national flag carrier yang berdaya saing dan membawa kontribusi terbaiknya bagi bangsa dan negara,” jelasnya.

Susunan Dewan Komisaris dan Direksi Garuda Indonesia sesuai keputusan RUPST adalah sebagai berikut:

Dewan Komisaris

Komisaris Utama merangkap Komisaris Independen: Fadjar Prasetyo.

Komisaris Independen: Mawardi Yahya.

Komisaris: Chairal Tanjung.

Komisaris: Sugito Anjasmoro.

Direksi

Direktur Utama: Glenny Kairupan.

Wakil Direktur Utama: Thomas Sugiarto Oentoro.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Balagopal Kunduvara.

Direktur Operasi: Dani Haikal Iriawan.

Direktur Teknik: Mukhtaris.

Direktur Niaga: Reza Aulia Hakim.

Direktur Human Capital and Corporate Service: Frans Dicky Tamara.

Direktur Transformasi: Neil Raymond Mills. B

Komentar

Bagikan