Garuda Indonesia memperkuat sinergi dan koordinasi bersama Kejaksaan Agung (Kejagung) sebagai bagian dari komitmen memperkuat implementasi tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance) secara berkelanjutan.
Menurut Head of Corporate Communications Garuda Indonesia Dicky Irchamsyah, komitmen ini diwujudkan melalui berbagai langkah koordinasi, termasuk audiensi dan tindak lanjut penyampaian informasi terkait penguatan tata kelola komersial yang melibatkan sejumlah jajaran manajemen Garuda Indonesia pada Maret 2026.
“Langkah ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan perusahaan dalam mendukung proses transformasi yang saat ini terus difokuskan pada penguatan fundamental bisnis, governance, praktik bisnis yang lebih prudent, transparan, dan akuntabel,” katanya dalam keterangan di Jakarta.
Dicky menjelaskan bahwa hal tersebut sekaligus meluruskan konteks sejumlah pemberitaan yang beredar terkait pemanggilan salah satu direksi Garuda Indonesia.
Dia meluruskan konteks pemanggilan tersebut merupakan bagian dari proses korespondensi permintaan informasi dan penguatan koordinasi yang dilakukan Kejagung kepada sejumlah pemangku kepentingan di lingkungan manajemen Garuda Indonesia terkait penguatan aspek tata kelola komersial perusahaan.
Selain Direktur Niaga Garuda Indonesia, terdapat sejumlah pihak terkait lainnya dari jajaran manajemen yang turut dimintai keterangan dan informasi sebagai bagian dari proses koordinasi dan alignment dalam mendukung optimalisasi tata kelola perusahaan.
Garuda Indonesia memastikan akan terus memperkuat sinergi dan koordinasi bersama Kejagung, serta mendukung penuh penyampaian data maupun informasi yang dibutuhkan sesuai dengan ketentuan hukum dan regulasi yang berlaku.
Sebagai national flag carrier, lanjut Dicky, Garuda Indonesia berkomitmen untuk terus menjalankan transformasi perusahaan secara konsisten melalui penguatan governance, operational discipline dan budaya akuntabilitas guna mendukung terciptanya perusahaan yang lebih sehat, adaptif, serta berkelanjutan. B




