Bandara Tumbang Samba Overlay Runway 5 Cm

0
169
Bandara Tumbang Samba, Kalimantan Tengah. (Istimewa)

Kementerian Perhubungan berencana overlay runway setinggi lima centimeter di Bandara Tumbang Samba menyusul rencana pembangunan dan perbaikan fasilitas, dengan harapan penerbangan komersial dapat mulai beroperasi di tahun 2022.

Berada di Kabupaten Katingan, Provinsi Kalimantan Tengah, Bandar Udara (Bandara) Tumbang Samba berdiri kokoh dengan panjang landasan pacu mencapai 1.200 m dan lebar 30 m. Bandara ini memiliki jarak sekitar empat kilometer dari pusat kota.

Menurut Kepala Bandara Tumbang Samba Huntal Purba, di dampingi oleh Teguh, Kasubsie Teknik Operasi dan keamanan Bandara Tumbang Samba, overlay dilakukan di runway sepanjang 30 m x 750 m dari 30 m x 1.200 m runway yang ada.

Huntal Purba menuturkan, pembangunan tersebut sebagai langkah utama agar Bandara Tumbang Samba dapat beroperasi kembali. Selain itu, dengan adanya transportasi udara tentunya akan memberikan semangat baru bagi ekonomi dan pariwisata di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah.

Baca juga :   Terminal Baru Bandara Sultan M. Salahuddin Mulai Beroperasi 29 September

Maskapai yang akan beroperasi di Bandara Tumbang Samba nantinya direncanakan adalah penerbangan perintis dengan frekuensi terbang sebanyak dua kali dalam seminggu.

Kabupaten Katingan dengan ibu kota Kasongan merupakan pemekaran dari Kabupaten Kotawaringin Timur. Diberkahi dengan sumber daya alam yang melimpah, sekitar 60% wilayah Kabupaten Katingan masih berupa hutan.

Kabupaten Katingan juga terkenal sebagai salah satu penghasil rotan terbesar di Indonesia dan kekayaan lainnya, seperti perkebunan kelapa sawit, kayu, emas, batu bara, sirkon hingga perikanan.

Kabupaten ini juga dialiri oleh Sungai Katingan yang merupakan sungai terbesar kedua di Kalimantan Tengah.

Potensi wisata di wilayah ini juga mempesona, seperti air terjun Beruang di Petak Malai, Kabupaten Katingan, ada juga Bukit Batu di Katingan Hilir, dan Danau Biru, yang merupakan sebuah lokasi tambang yang sudah lama tidak digunakan dan tidak lagi produktif sekitar tahun 2000 hingga 2015.

Baca juga :   Bandara Mutiara SIS Al Jufri Palu; Movement 18 Kali Dan 1700 Pergerakan Penumpang

Bandara Tumbang Samba menjadi andalan warga bagian hulu atau utara Katingan sebagai sarana transportasi udara andalan menuju Palangka Raya. Pasalnya saat itu, jalur transportasi darat belum lancar, sedangkan transportasi air atau sungai butuh waktu lama menuju Kasongan. B


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here