YIA Layani Impor 27 Ton Vanili Dari Papua Nugini

Pesawat kargo charter Air Niugini dari Port Moresby, Papua Nugini. (Istimewa)
Bagikan

Bandara Internasional Yogyakarta di Kulon Progo, Yogyakarta International Airport (YIA) melayani kedatangan pesawat kargo charter Air Niugini dari Port Moresby, Papua Nugini dengan membawa vanili pada Minggu (2/9/2021).

Kargo seberat 27,1 ton vanili tersebut dikirim oleh Intac Vanilla Niuginia Ltd. untuk perusahaan Indonesia berlokasi di Klaten, yaitu PT Agri Spice Indonesia.

Pesawat kargo Air Nuigini dengan nomor penerbangan PX9050/ PX9051 tersebut mendarat pukul 10.12 WIB dan kembali lepas landar menuju Port Moresby pada 13.20 WIB, Minggu (29/8/2021).

Direktur Utama Angkasa Pura Airports Faik Fahmi mengatakan, keberadaan YIA yang dibawah pengelolaan Angkasa Pura Airports memiliki spesifikasi landas pacu dan apron terbaik dan dapat memfasilitasi pendaratan pesawat terbesar juga terberat.

“YIA menjadi alternatif pintu gerbang ekpor dan impor dari dan menuju wilayah Jawa bagian Selatan. Pengusaha daerah, khususnya di daerah Jawa bagian Selatan, tak perlu jauh-jauh melakukan ekspor atau impor melalui bandara di Jakarta, sehingga dapat mengurangi biaya logistik atau transportasi,” katanya dalam rilis perusahaan.

Baca juga :   Pengelolaan Bandara Kualanamu Akhirnya “Dipegang” India-Prancis

Oleh karena itu, Faik Fahmi menambahkan, keberadaan YIA sangat mendukung pengembangan perekonomian daerah, khususnya Jawa bagian Selatan.

“Kelancaran pelayanan terhadap operasional pesawat kargo Air Niugini di YIA juga didukung dengan kesiapan personel pendukung, baik di sisi udara maupun di sisi darat,” jelasnya.

Selain itu Faik Fahmi menuturkan, kelancaran pelayanan juga pada penanganan proses pemeriksaan kargo hingga proses labelling security, customs check, dan penempatan barang kargo di area steril yang dilakukan secara baik dan benar.

Sebelumnya, YIA juga telah melayani beberapa kali penerbangan kargo ekspor yang menggunakan pesawat kargo charter terbesar kedua di dunia, Antonov AN124-100, setiap penerbangan membawa 62 ton komoditas wire harness pada awal dan akhir Maret 2021.

Baca juga :   Indonesia Sukses Capai Target 1,8 Juta Kunjungan Wisman di Awal September 2022

Pada Juni 2021, YIA juga telah melayani penerbangan kargo Air Niugini dari Papua Nugini yang juga membawa komoditas vanili seberat 20 ton.

Selain itu, YIA telah melayani clearance bea dan cukai untuk komoditi ekspor kargo ke beberapa negara seperti Korea Selatan, Jepang, Australia (Melbourne dan Sydney), Taiwan, Hongkong, Thailand, dan Singapura.

Ekspor kargo tersebut membawa berbagai jenis komoditas, seperti sarung tangan, bahan kulit, kain rajut, kulit domba, biji vanili, ikan segar, kumbang, cat, dan salak segar.

Sebagai informasi, YIA memiliki dua terminal kargo, yaitu domestik dan internasional dengan luas 3.546 meter persegi dan daya tampung hingga 390 ton untuk kargo domestik, serta 2.304 m2 dengan daya tampung 250 ton untuk kargo internasional. B

Komentar

Bagikan