Yayasan Al Iman Dirikan Pesantren Tahfizh Al Qur’an

Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Faisal dan DKM Masjid Al Iman Aswendy Dahdir bersama pengurus Yayasan Al Iman Harapan Baru dan undangan usai peresmian Pesantren Tahfizh Al Qur’an Al Iman di Kota Bekasi. (dok. bandara)
Bagikan

Yayasan Al Iman Harapan Baru yang sudah berdiri sejak tahun 1990, melalui Dewan Kemakmuran Masjid (DKM Al Iman) berupaya untuk mengembangkan sumber daya pemuda dan remaja masjid pada khususnya dan umat muslim pada umumnya.

DKM Al Iman yang dibentuk oleh Yayasan Al Iman ini mengelola dan menjalankan fungsi masjid yang ada, yakni dengan dibangunnya Masjid Al Iman.

Menurut DKM Masjid Al Iman, juga ditunjuk sebagai Kepala Sekolah Pesantren Tahfizh Al Qur’an Al Iman Aswendy Dahdir, pendidikan agama, terutama pendidikan dalam membaca Al-Qur’an adalah hal prioritas yang harus dilaksanakan.

“Taman Pendidikan Al-Qur’an (TPA) yang saat ini ada untuk anak-anak usia tiga tahun hingga 15 tahun sudah berjalan dengan baik dan teratur,” ujarnya saat peresmian Pesantren Tahfiz Al Qur’an.

Baca juga :   Kemenparekraf Dorong Santri Jadi Bagian Santri Digitalpreneur

Sampai dengan saat ini, jumlah murid sudah mencapai 60 orang dan beberapa orang di antaranya sudah mulai bisa membaca Al-Qur’an dengan baik.

“Adapun kegiatan belajar mengajar yang dilaksanakan sifatnya adalah tanpa dipungut biaya atau gratis,” jelasnya.

Melihat perkembangan tersebut, maka Pengurus DKM Al Iman menilai penting dan harus menyiapkan sarana pendidikan lanjutan bagi santri TPA dan pemuda/remaja pada umumnya.

“Persiapan sarana pendidikan itu khusus bagi yang sudah mulai bisa membaca Al-Qur’an untuk dikembangkan keahliannya dalam membaca Al-Qur’an dengan mendirikan Pesantren Tahfiz Al Qur’an,” kata Aswendy.

Pendirian pesantren ini dimaksudkan untuk membentuk generasi yang mahir dalam membaca Al-Qur’an dan membina lingkungan yang kondusif untuk pembentukan generasi Islami.

Selain itu, juga untuk mempersiapkan kader tahfizh untuk bisa meneruskan estafet perjuangan risalah Rasulullah SAW dan mencetak para penghafal dan pengajar Al-Qur’an yang handal dan profesional.

Baca juga :   Kegiatan Belajar Mengajar Tetap Jalan Di Tengah Pandemi

Mengenai visinya adalah menjadi lembaga pendidikan Islam terdepan yang membina muslim dan muslimah menjadi hafidz dan hafidzah, pribadi unggul dalam memahami, mengamalkan dan mendakwahkan Al-Qur’an dan Sunnah Rasul.

Untuk misinya mencetak hafidz dan hafidzah, mengembangkan dakwah Islamiyyah dan menanamkan nilai-nilai ukhuwah Islamiyyah.

Pesantren Tahfizh Al Qur’an Masjid Al Iman ini diresmikan oleh Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono, yang diwakili oleh Anggota DPRD Kota Bekasi Ahmad Faisal, dengan dihadiri oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Bekasi, Kepala KUA Bekasi Barat, Camat Bekasi Barat, Lurah Kota Baru, dan ulama serta tokoh masyarakat di Kelurahan Kota Baru, Kota Bekasi. B


Bagikan