Perkirakan Fenomena Revenge Travel Menurun pada Tahun 2024

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno . (dok. kemenparekraf)

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, sejumlah insight terkait dengan perkembangan pariwisata dunia yang didapat Kemenparekraf/Baparekraf saat mengikuti ITB Berlin Convention 2024, yang merupakan bagian dari penyelenggaraan acara tersebut.

Menurutnya, salah satu insight dari forum yang menghadirkan 200 sesi dan lebih dari 400 pembicara adalah fenomena revenge travel.

Tren wisata yang dilakukan secara masif oleh wisatawan akibat perjalanan mereka sebelumnya tertunda akibat pandemi Covid-19 akan menurun di tahun 2024.

“Jadi kalau kita sempat terkena pandemi dan akhirnya banyak yang balas dendam untuk traveling di tahun 2022 atau 2023, tahun ini akan menurun drastis,” ujarnya saat The Weekly Brief With Sandi Uno di Jakarta.

Sandiaga menegaskan, diproyeksikan perkembangan dan pola dari industri pariwisata akan kembali normal seperti sebelum pandemi.

Kendati akan kembali normal, lanjutnya, tetap ada sejumlah tantangan yang dihadapi pariwisata global, di antaranya isu-isu terkait dengan geopolitik, perlambatan ekonomi atau inflasi dan juga masalah mengenai staff shortage (manajemen sumber daya manusia).

“Industri pariwisata diperkirakan baru akan sepenuhnya pulih pada tahun 2025,” kata Sandiaga.

Baca juga :   AP II Tetapkan Travelin Fest Jadi Ajang Tahunan

Dari ITB Berlin Convention 2024 juga didapat insight lainnya, seperti penggunaan teknologi dalam industri pariwisata yang semakin meningkat.

Berdasarkan data, sebanyak 38% wisatawan global berencana melakukan perjalanan wisata yang konsepnya once in a lifetime atau sekali seumur hidup di tahun 2024.

Kemudian, ada 77% wisatawan global akan melakukan planning, booking dan dreaming secara digital.

Tren teknologi di pariwisata juga semakin meningkat dimana 48% wisatawan mencari destinasi melalui perangkat mobile phone, sekitar 47% mencari penerbangan melalui aplikasi, ada 40% melakukan pemesanan melalui mobile phone dan 22% wisatawan sudah menggunakan artificial intelligence atau chatbot dalam perencanaan wisata.

Media sosial juga menjadi inspirasi utama wisatawan global untuk berwisata. Sebanyak 40% wisatawan global menjadikan YouTube sebagai sumber inspirasi untuk berwisata, ada 35% terinspirasi dari mulut ke mulut (word of mouth) dan 33% terinspirasi dari Instagram (sosial media).

“Digitalisasi ini sangat berdampak pada keputusan wisatawan untuk bepergian. Jadi ini luar biasa, sosial media juga bisa menjadi inspirasi utama. Maka destinasi juga sektor transportasi harus memperhatikan ini dengan baik,” tutur Sandiaga.

Terkait dengan pasar Tiongkok, tahun ini diperkirakan 100 juta warga Tiongkok siap melakukan perjalanan wisata khususnya perjalanan jauh long haul.

Baca juga :   Kolaborasi Citilink - Kemberin Hadirkan Paket Wisata dalam Linktrip

Wisata cruise menjadi salah satu yang diperkirakan akan banyak diminati wisatawan Tiongkok.

“Namun ini jadi tantangan, karena Indonesia masih menerapkan visa policy yang belum membuka, sedangkan negara tetangga sudah membuka. Kita juga belum memenuhi kuota penerbangan langsung yang cukup. Ini tantangan, sekaligus peluang untuk menarik wisatawan dari Tiongkok,” ujarnya.

ITB Berlin Convention 2024 juga menampilkan insight bahwa wisata kuliner sangat berpotensi untuk dikembangkan, karena tercatat bahwa 46% wisatawan global menjadikan aktivitas teratas yang dilakukan di destinasi adalah mencicipi kuliner lokal.

Sementara itu, sekitar 42% wisatawan memiliki preferensi untuk jalan-jalan dan melihat-lihat (sightseeing), serta 40% lebih memilih untuk menghabiskan waktu berwisata di daerah pantai.

Selain itu, tren kunci di tahun 2024 secara umum adalah pasar Asia semakin berkembang, wisatawan akan datang dalam small group dan lebih memilih mengunjungi dan beraktivitas wisata luar ruang, seperti ke pantai hingga mengunjungi situs budaya dan sejarah.

“Data-data ini harus dapat kita manfaatkan. Kita harus menggunakan kesempatan ini sebaik-baiknya,” ungkapnya. B

 

Komentar