Korea Selatan Berminat Ikut Proyek Pengembangan MRT Jakarta

Angkutan massal perkotaan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta. (dok. wikipedia.org)
Bagikan

Pemerintah Korea Selatan (Korsel) menyusul langkah Jepang dan Inggris menyatakan minatnya untuk berpartisipasi pada proyek pengembangan angkutan massal perkotaan Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta.

Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Korsel, menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang pembangunan MRT Jakarta Fase 4 dengan lintas Fatmawati-Kampung Rambutan di Bali pada Senin (14/11/2022).

Penandatanganan ini dihadiri oleh Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi, Menteri Pertanahan, Infrastruktur dan Transportasi Korsel Won Hee-Ryong, Dubes Indonesia untuk Korsel Gandi Sulistiyanto, serta Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono.

MoU yang ditandatangani dengan Korea Selatan merupakan tindak lanjut dari pembicaraan pada kegiatan 28th ASEAN Transport Minister Meeting yang diselenggarakan pada 16-17 Oktober 2022 di Bali.

Dalam pertemuan bilateral, Pemerintah Korsel menyampaikan minatnya untuk turut berpartisipasi membangun MRT Jakarta Fase 4 dengan lintas Fatmawati-Kampung Rambutan.

Baca juga :   Okupansi KA Jarak Jauh 96% Saat Sepekan Terapkan Aturan Baru

Menhub mengatakan, Indonesia dan Korsel memiliki hubungan yang dekat. Kedua negara secara intensif membuka berbagai peluang kerja sama, termasuk di sektor transportasi.

“Saya melakukan kunjungan kerja ke Korea Selatan pada Juni 2022 lalu, untuk membuka peluang kerja sama dengan pemerintah Korsel. Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Korea Selatan, akhirnya pada hari ini kedua negara telah mencapai kesepahaman bersama dengan ditandatanganinya MoU,” tuturnya.

Menhub berharap MoU dengan Korsel menjadi langkah awal percepatan pengembangan MRT di Jakarta, yang dapat menjadi solusi mengurangi kemacetan dan juga sebagai moda transportasi publik yang ramah lingkungan, sehingga mampu mengurangi polusi dan meningkatkan kualitas udara bersih.

Baca juga :   Indonesia dan Hungaria Bahas Pengelolaan Proving Ground

“Kedua negara akan terus meningkatkan kerja sama tidak hanya di sektor perkeretaapian, tetapi juga di sektor darat, laut, dan udara,” ungkaonya.

Sebelumnya, Menhub mengungkapkan bahwa saat ini banyak negara yang berkeinginan untuk melakukan investasi membangun infrastruktur transportasi di Indonesia, khususnya MRT. Jepang, Inggris dan Korsel, merupakan mitra strategis Indonesia yang telah banyak melakukan kerja sama yang saling menguntungkan di berbagai bidang, termasuk sektor transportasi.

Momentum Presidensi Indonesia dalam KTT G20 tahun ini dimanfaatkan untuk mencari peluang kerja sama pembangunan infrastruktur transportasi dengan banyak negara, melalui pendanaan kreatif non-APBN.

“Ini dilakukan agar pembangunan infrastruktur transportasi dapat terus dilakukan dalam rangka meningkatkan konektivitas dan daya saing negara, di tengah keterbatasan APBN,” ujar Menhub. B

Komentar

Bagikan