Hymne Perhubungan Seperti Jalan Hidup Kabandara A.A Bere Tallo Yulius Kismono

Kepala Bandar Udara (Kabandara) A.A. Bere Tallo Atambua Yulius Kismono. (dok. pribadi)

“Taqwa kepadaMu, Tuhan Yang Maha Esa. sejak manusia terpencar di pulau, gunung dan lembah. Rindu jasa perhubungan di darat, laut dan udara. Abdi negara, Pancasila melayani dengan lima citra.”

Demikian cuplikan Hymne Perhubungan yang terasa seperti jalan kehidupan yang dilalui Kepala Bandar Udara (Kabandara) A.A. Bere Tallo Atambua Yulius Kismono.

Pasalnya, pengabdian sebagai Insan Perhubungan dengan tanggung jawab sebagai kabandara dilakukan di berbagai daerah, mulai dari tugas di pulau, pegunungan hingga ke lembah dan perbatasan.

“Dari Pulau Sabu, Gunung Seko, lembah di Palangkaraya sampai dengan ke perbatasan Indonesia-Timor Leste di Atambua sudah saya dijalani, seperti isi dari lagu Hymne Perhubungan,” katanya.

Baca juga :   Hamad International Airport; Bandara Bintang 5 Covid-19 Pertama Di Timur Tengah
Bandara A.A. Bere Tallo, Atambua. (dok. bandaratambua)

Yulius sebelum menjabat sebagai Kabadara A.A. Bere Tallo pernah mengabdi di tiga bandara, yakni di Bandara Tjilik Riwut, sebelumnya bernama Bandara Panarung yang merupakan sebuah bandara di Palangkaraya, Kalimantan Tengah.

Kemudian, dia memimpin Bandara Seko di Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan dan juga di Bandara Tardamu yang ada di Pulau Sawu, tepatnya di Kecamatan Sabu, Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Kini, Yulius memimpin pengelolaan Bandara A.A. Berre Tallo yang berada di Kota Atambua, Kabupaten Belu, NTT dengan jadwal penerbangan aktif setiap hari.

“Mengabdi untuk negara itu siap ditugaskan dimanapun, baik di perkotaan, kawasan perdesaan, pedalaman, pulau, lembah dan pegunungan. Jadi, kita nikmati semua tugas, apalagi kesemuanya itu menjadi bagian dari Indonesia,” jelasnya. B

Komentar