Airnav Layani Kembali Navigasi Penerbangan Komersial di Bandara Halim Perdanakusuma

Menara AirNav di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta. (dok. airnavindonesia.co.id)
Bagikan

AirNav Indonesia melayani kembali navigasi yang prima untuk penerbangan komersial di Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta.

Ada sekitar 10 penerbangan komersial berjadwal yang dilayani oleh AirNav Cabang Halim Pedanakusuma, baik yang datang maupun pergi.

Angka tersebut diambil dari data penggunaan slot time penerbangan yang tercatat pada aplikasi CHRONOS milik AirNav Indonesia.

Menurut Direktur Utama AirNav Indonesia Polana Banguningsih Pramesti, AirNav siap untuk kembali memberikan layanan terbaik untuk operasional penerbangan komersial dari dan ke Bandara Halim Perdanakusuma.

“Fasilitas kami siap, SDM kami juga sangat siap. Puji syukur, revitalisasi Bandara Halim telah selesai dan kembali dibuka untuk penerbangan komersial,” katanya.

Baca juga :   Rekor Tertinggi Penerbangan Harian Tembus 1.000 di Bandara Soekarno-Hatta

AirNav Indonesia Cabang Halim melayani rata-rata 85 penerbangan take-off/landing. Angka rata-rata tersebut berkurang menjadi 42 penerbangan selama masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, Direktur Operasi AirNav Indonesia Mokhammad Khatim menjelaskan, sektor penerbangan sudah mulai bangkit dari keterpurukan masa pandemi.

“AirNav yakin bahwa sektor ini akan segera pulih sepenuhnya mengingat penanganan Covid-19 sudah semakin baik. Hal itu tidak lepas dari upaya pemerintah yang dengan berbagai cara menerapkan metode-metode yang sangat baik dalam menanggulangi pandemi ini,” jelasnya.

Bandara Halim Perdanakusuma ditutup pada awal tahun dengan alasan kegiatan revitalisasi atas dasar Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 Tahun 2022 Tentang Revitalisasi Fasilitas Pangkalan Tentara Nasional Indonesia/Bandar Udara Halim Perdanakusuma.

Baca juga :   AirNav Intensifkan Koordinasi Dengan Airservices Australia

Kini, setelah dibuka kembali untuk penerbangan komersial, AirNav Cabang Halim Perdanakusuma siap beroperasi penuh dengan pelayanan operasional 24 jam.

Revitalisasi dimaksud dilakukan untuk memperbaiki fasilitas sisi darat (land side) maupun udara (air side) dalam rangka meningkatkan keselamatan, keamanan, dan kenyamanan penerbangan.

Selama penutupan, operasional penerbangan baik niaga berjadwal, tidak berjadwal, kargo, militer dan VVIP dialihkan ke bandara lain, seperti Bandara Soekarno-Hatta (Tangerang), Bandara Husein Sastranegara (Bandung), Bandara Kertajati (Majalengka), Bandara Budiarto (Curug, Tangerang), dan Bandara Pondok Cabe (Jakarta). B

Komentar

Bagikan