AirNav Indonesia Terima 38 Laporan Balon Udara Liar

Festival balon udara di Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah. (Istimewa)
Bagikan

AirNav Indonesia mendapatkan laporan selama periode mudik Lebaran tahun 2022, sedikitnya 38 Pilot Report (Pirep) melihat adanya balon udara liar di ruang udara yang mereka terbangi dengan ketinggian berkisar antara 4.000 hingga 3.5000 kaki di atas permukaan air laut.

Laporan tersebut didapatkan dari lima Cabang AirNav Indonesia, di antaranya Cabang Makassar Air Traffic Service Center (MATSC), Cabang Semarang, Cabang Solo, Cabang Yogyakarta, dan Cabang Denpasar.

Menurut Direktur Utama AirNav Indonesia Polana Banguningsih Pramesti, tantangan terberat yang dihadapi oleh AirNav Indonesia sepanjang periode angkutan udara Lebaran tahun ini justru datang dari hal-hal yang seharusnya dapat dicegah sebelumnya.

Baca juga :   Indonesia dan Korsel Bahas Kerja Sama Transoprtasi

“Laporan itu adalah adanya balon udara liar yang diterbangkan secara bebas di sejumlah daerah di Pulau Jawa,” ujarnya.

Salah satu laporan menyebutkan bahwa ada balon udara yang nyaris terbang mengenai sayap pesawat terbang, yang dapat berakibat fatal jika benar-benar terjadi gesekan antara balon itu dengan badan pesawat.

“Permasalahan balon udara liar yang mulai viral sejak tahun 2015 merupakan tanggung jawab kita bersama sebagai stakeholders penerbangan,” jelasnya.

AirNav Indonesia berkoordinasi dan berperan serta secara intensif dengan stakeholders penerbangan, di antaranya dengan TNI Angkatan Udara (TNI AU) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) melaui Direktorat Keamanan Penerbangan (Dirkampen), dan Direktorat Navigasi Penerbangan (Dirnavpen).

Selain itu, koordinasi dengan Otban III Surabaya, Otban IV Bali, pemerintah daerah dan aparat keamanan setempat di sejumlah daerah, termasuk Pekalongan, untuk memantau laporan aktivitas balon udara liar dan melakukan langkah antisipatif dan pencegahan potensi bahaya balon udara liar bagi penerbangan.

Baca juga :   AirNav Intensifkan Koordinasi Dengan Airservices Australia

Polana menuturkan, AirNav Indonesia melakukan sosialisasi dan edukasi masyarakat dan sweeping ke sejumlah wilayah yang diperkirakan menjadi daerah asal balon udara liar.

“Segala upaya telah kami lakukan bersama, tapi fakta di lapangan membuktikan bahwa upaya ini masih harus ditingkatkan di masa yang akan datang. AirNav siap berkontribusi,” tuturnya. B

 

 

Komentar

Bagikan