
AirNav Indonesia bersama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyelenggarakan Cyber Security Awareness & Exercise 2026 bertema Human Firewall: Building the First Line of Defense di Kantor AirNav Indonesia Cabang Surabaya, belum lama ini.
Direktur Keselamatan, Keamanan dan Standardisasi AirNav Indonesia Capt. Nurcahyo Utomo mengatakan bahwa kegiatan yang diikuti lebih dari 3.000 karyawan secara hybrid ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat budaya keamanan siber di lingkungan kerja perusahaan.
Selain itu, dia menambahkan, juga bertujuan meningkatkan kesiapsiagaan pegawai menghadapi ancaman siber yang semakin kompleks.
Menurut Capt. Nurcahyo, transformasi digital di sektor navigasi penerbangan harus diimbangi dengan penguatan aspek keamanan siber.
Dia menuturkan, perlindungan terhadap sistem informasi dan infrastruktur digital tidak hanya bergantung pada teknologi, tetapi juga pada kesiapan setiap insan AirNav Indonesia sebagai lini pertahanan pertama dalam menghadapi ancaman siber.
“Keamanan siber bukan lagi semata tanggung jawab sektoral, tetapi menjadi tanggung jawab seluruh insan perusahaan. Oleh karena itu, kami terus membangun budaya keamanan siber agar setiap pegawai mampu mengenali potensi ancaman, merespons dengan tepat dan berkontribusi menjaga keandalan layanan navigasi penerbangan nasional,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Koordinasi Pencegahan dan Peningkatan Kapasitas Keamanan Siber Kementerian Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Marsma TNI Budi Eko Pratomo mengatakan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia merupakan salah satu pilar utama dalam membangun ketahanan siber nasional.
”Membangun ketahanan siber nasional membutuhkan kolaborasi antara pemerintah dan penyelenggara infrastruktur strategis menjadi semakin penting dalam menghadapi ancaman digital yang terus berkembang,” tuturnya.
Direktur Keamanan Siber dan Sandi Teknologi Informasi dan Komunikasi, Media dan Transportasi Nur Achmadi Salmawan menambahkan bahwa sebagian besar insiden siber berawal dari faktor manusia.
”Oleh karena itu, peningkatan kesadaran, kewaspadaan dan budaya keamanan siber menjadi fondasi utama dalam membangun Human Firewall yang kuat di setiap organisasi,” jelasnya.
Sebagai penyelenggara layanan navigasi penerbangan Indonesia, AirNav Indonesia berkomitmen untuk terus memperkuat ketahanan siber untuk menjaga keandalan sistem yang mendukung operasional penerbangan.
Melalui kolaborasi dengan BSSN, kegiatan ini tidak hanya menjadi forum edukasi, tetapi juga meningkatkan kompetensi karyawan dalam mengenali berbagai modus serangan siber, memahami tren ancaman digital dan menerapkan langkah mitigasi dalam aktivitas kerja sehari – hari.
Melalui kegiatan ini, peserta memperoleh pembekalan mengenai lanskap keamanan siber Indonesia dan tren ancaman terkini, termasuk pula informasi terkait berbagai modus serangan, seperti phishing, malware, ransomware, serta social engineering.
AirNav Indonesia juga memperkenalkan AIRNAV-CSIRT (Computer Security Incident Response Team) beserta portal resminya sebagai pusat pelaporan, koordinasi, edukasi dan penanganan insiden siber di lingkungan perusahaan. B



