AirNav Indonesia dan BIG Perkuat Sistem Navigasi Berbasis Satelit

Penandatanganan Nota Kesepahaman antara Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) dengan Badan Informasi Geospasial (BIG) tentang tentang Penguatan Sistem Navigasi Penerbangan Berbasis Satelit di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten. (dok. airnavindonesia)
Bagikan

Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav Indonesia) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) tentang Penguatan Sistem Navigasi Penerbangan Berbasis Satelit bersama Badan Informasi Geospasial (BIG) di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang, Banten.

Nota Kesepahaman tersebut ditandatangani oleh Direktur Utama AirNav Indonesia Capt. Avirianto Suratno dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Informasi Geospasial Mohamad Arief Syafi’i, sebagai langkah strategis untuk memperkuat pemanfaatan informasi geospasial dalam mendukung layanan navigasi penerbangan yang semakin aman, akurat, efisien, serta berstandar internasional.

Menurut Capt. Avirianto, kolaborasi ini merupakan bagian dari komitmen AirNav Indonesia untuk terus meningkatkan kualitas layanan navigasi penerbangan melalui pemanfaatan teknologi dan data yang akurat.

“Kerja sama ini menjadi landasan bagi kedua institusi dalam mengembangkan kolaborasi di bidang pemanfaatan informasi geospasial, termasuk data koreksi Global Navigation Satellite System (GNSS) secara real-time, penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan, riset, pengembangan teknologi, serta berbagai bentuk kerja sama lain,” tuturnya.

Kolaborasi di bidang pemanfaatan informasi geospasial ini akan dituangkan lebih lanjut melalui Perjanjian Kerja Sama (PKS), dengan masa berlaku selama lima tahun sejak ditandatangani.

“Dalam beberapa waktu terakhir, isu gangguan GNSS menjadi perhatian global bagi industri penerbangan. Melalui kolaborasi ini, AirNav Indonesia memperkuat pemanfaatan teknologi, pengolahan data yang semakin presisi dan sinergi dengan Badan Informasi Geospasial guna meningkatkan keandalan sistem navigasi penerbangan sekaligus menjaga keselamatan, keamanan, serta efisiensi layanan,” ujar Capt. Avirianto.

Sementara itu, Plt Kepala Badan Informasi Geospasial Mohamad Arief Syafi’i menegaskan bahwa informasi geospasial memiliki peran yang semakin penting dalam mendukung berbagai sektor strategis nasional, termasuk transportasi udara.

“Kolaborasi antara BIG dan AirNav Indonesia merupakan wujud transformasi dalam penyediaan informasi geospasial yang lebih cepat, akurat dan evidence-based,” ungkapnya.

Menurut Arief, BIG siap menjadi mitra strategis AirNav Indonesia melalui penyediaan data geospasial, pemantauan sinyal GNSS dan pengembangan riset, serta teknologi untuk memperkuat keselamatan dan keandalan navigasi penerbangan nasional.

Direktur Teknik AirNav Indonesia Zainal Arifin Harahap menambahkan bahwa AirNav Indonesia saat ini tengah mengembangkan GNSS Monitoring System untuk memantau kualitas sinyal GNSS secara berkelanjutan.

“Melalui kolaborasi dengan Badan Informasi Geospasial, AirNav Indonesia akan memanfaatkan data geospasial dan data koreksi GNSS secara real-time guna mengidentifikasi wilayah yang mengalami indikasi gangguan maupun yang memiliki kualitas sinyal yang baik. Langkah ini akan semakin meningkatkan keandalan layanan navigasi penerbangan,” jelasnya.

Kerja sama ini diharapkan semakin memperkuat pemanfaatan informasi geospasial sebagai salah satu fondasi penting dalam mendukung layanan navigasi penerbangan berbasis teknologi satelit.

“Dengan dukungan data yang semakin akurat dan kolaborasi yang berkelanjutan, AirNav Indonesia terus memperkuat kesiapan menghadirkan layanan navigasi penerbangan yang aman, efisien dan selaras dengan perkembangan teknologi serta standar penerbangan internasional,” tutur Zainal. B

 

 

 

 

Komentar

Bagikan