Ada 41 Penerbangan Bandara Soekarno-Hatta ke Kualanamu Ditunda

Bandara Kualanamu Medan, Sumatra Utara. (dok. angkasapura)
Bagikan

Sebanyak 15 penerbangan rute Bandar Udara (Bandara) Soekarno-Hatta di Tangerang, Banten menuju Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara dan sebaliknya batal beroperasi akibat erupsi Gunung Sinabung.

Menurut Asisten Deputi Komunikasi dan Legal Bandara Soekarno-Hatta Yudis Tiawan, pembatalan penerbangan itu dilakukan, karena bandara yang berlokasi di Kecamatan Beringin ini sempat ditutup pada Selasa (1/9/2026).

“Dampak sebaran abu vulkanik dari erupsi Gunung Sinabung mempengaruhi puluhan penerbangan dari dan menuju Kualanamu, termasuk rute dari Bandara Soekarno-Hatta,” katanya kepada media.

Traffic rute penerbangan Bandara Soekarno-Hatta menuju Bandara Kualanamu mencapai 41 pergerakan pesawat (movement) yang terdiri dari 20 kedatangan dan 21 keberangkatan dengan estimasi 5.350 penumpang.

Dari jumlah tersebut, 15 penerbangan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Kualanamu terpaksa dibatalkan dan 14 penerbangan yang mengalami keterlambatan jadwal penerbangan.

“Untuk kondisi saat ini, kami bersama maskapai dan stakeholder terkait terus memantau perkembangan aktivitas Gunung Sinabung, serta dampaknya terhadap operasional penerbangan,” jelasnya.

Kepada calon penumpang yang hendak melakukan perjalanan dari ataupun menuju Kualanamu pun diminta memperhatikan informasi terbaru dari maskapai masing – masing status dan jadwal penerbangan.

Dia menuturkan, koordinasi dan langkah-langkah antisipasi terus dilakukan untuk memastikan operasional dan pelayanan kepada penumpang tetap berjalan sebaik mungkin.

“Kami akan terus memberikan pelayanan dan melakukan langkah – langkah antisipasi sesuai dengan perkembangan kondisi,” katanya.

Sementara itu, General Manager Bandara Internasional Soekarno-Hatta Heru Karyadi menjelaskan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Sinabung berpotensi menyebabkan sejumlah kendala pergerakan pesawat.

Dia mencontohkan, penerbangan menuju Bandara Kualanamu mengalami keterlambatan jadwal penerbangan atau delay, pembatalan hingga pengalihan penerbangan (divert).

Oleh karena itu, lanjutnya, pengelola dua bandara ini terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholders terkait untuk memantau kondisi penerbangan, serta mengantisipasi dampak yang terjadi.

“Kami terus berkoordinasi dengan maskapai dan stakeholders terkait untuk memastikan kondisi penerbangan dan pelayanan kepada penumpang tetap terpantau,” ungkapnya. B

Komentar

Bagikan