Bandara Husein Sastranegara Jadi Etalase Baru Branding Kota Bandung

Kawasan check-in tiket di Bandara Internasional Husein Sastranegara. (dok. jabarprov.go.id)
Bagikan

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung memanfaatkan aktivasi Bandara Internasional Husein Sastranegara sebagai ruang promosi wisata, budaya, kuliner dan pendidikan.

Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyampaikan hal tersebut saat mengunjungi Bandara Internasional Husein Sastranegara Bandung, baru – baru ini.

Pemkot Bandung menjalin kerja sama dengan Angkasa Pura untuk memanfaatkan sejumlah ruang bandara sebagai media promosi identitas kota.

Fasilitas videotron dan area tunggu akan dimanfaatkan untuk mengenalkan seni, budaya, kuliner, serta karakter Kota Bandung kepada penumpang.

“Angkasa Pura menyediakan space untuk melakukan branding kota dan kita bekerja sama dengan salah satu pengusaha reklame di Kota Bandung,” jelasnya.

Konsep promosi mengangkat identitas Bandung melalui pengalaman rasa, termasuk kekayaan kuliner dan budaya lokal yang menjadi daya tarik wisatawan.

Branding Kota Bandung ini kita akan mulai dari, masalah rasa. Mau rasa di hati, rasa di lidah atau rasa di pikiran masing – masing selama ada di Kota Bandung,” tuturnya.

Pemkot Bandung juga menjajaki penyediaan ruang di terminal keberangkatan untuk outlet produk khas Bandung bagi penumpang.

“Ini deal terpisah. Kami sedang menjajaki kerja sama di terminal keberangkatan untuk menyewa sebuah ruangan untuk outlet penjualan produk – produk khas Kota Bandung,” ungkapnya.

Aktivasi bandara turut diikuti pembenahan infrastruktur sekitar melalui perbaikan jalan dan Penerangan Jalan Umum (PJU) pada radius terdekat.

Tahap berikutnya, Pemkot Bandung merencanakan perbaikan akses menuju utara hingga kawasan lampu merah dan Gerbang Tol Pasteur.

Farhan menilai, kesiapan infrastruktur penting agar peningkatan penerbangan di Husein Sastranegara memberikan manfaat optimal bagi mobilitas masyarakat.

Saat ini, jumlah penumpang mencapai sekitar 1.000 orang per hari, masih di bawah target awal sekitar 3.000 penumpang.

“Kalau 3.000 penumpang kita mulai merasakan bebannya bertambah, sedangkan target besarnya kita ingin mendapatkan kembali 2,7 juta penumpang. Kalau 2,7 juta itu berarti sekitar 9.000 penumpang per hari. Ini akan lain sekali rasanya,” katanya.

Farhan menyebutkan, pelayanan bandara masih berjalan baik, karena jumlah penerbangan belum terlalu banyak dan tingkat aktivitas belum padat.

“Sejauh ini karena memang jumlah penerbangan masih belum banyak semuanya baik – baik saja, everybody happy,” tuturnya.

Pemkot Bandung juga mengkaji elastisitas harga tiket terhadap permintaan penerbangan setelah harga tiket dinilai relatif tinggi.

Berdasarkan data Garuda Group, tingkat keterisian pesawat atau load factor penerbangan dari dan menuju Bandung masih berada di atas 90%.

“Karena jumlah penerbangannya masih sedikit. Kita akan mencoba nanti, tentu saja pihak maskapai penerbangan akan mencoba untuk menambah jumlah penerbangan,” ujarnya.

Mengenai jangka menengah, Pemkot Bandung menyiapkan promosi perguruan tinggi kepada daerah yang memiliki konektivitas penerbangan langsung dengan Bandara Husein Sastranegara.

Promosi tersebut akan didorong menjelang Semester I/2027 untuk menarik calon mahasiswa dari berbagai daerah ke Kota Bandung.

“Kita akan mendorong promosi perguruan tinggi Bandung di luar Kota Bandung yang memiliki destinasi penerbangan dengan Husein Sastranegara,” tegasnya.

Kemudahan akses penerbangan diharapkan meningkatkan daya tarik Bandung sebagai tujuan pendidikan sekaligus mendukung investasi sektor pendidikan.

“Kalau demikian, kita mempromosikan kemudahan akses melalui penerbangan. Bagaimanapun juga untuk pendidikan kita akan investasi besar,” jelasnya. B

 

Komentar

Bagikan