Konser Musik Internasional Perkuat Posisi Indonesia sebagai Destinasi Event Kelas Dunia

Konferensi pers Konser YE Live in Jakarta 2026 di Balai Kota DKI Jakarta. (dok. istimewa)
Bagikan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) terus mendorong penguatan ekosistem event di Indonesia sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan daya tarik destinasi, mendatangkan wisatawan dan menciptakan dampak ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.

Penyelenggaraan event musik internasional menjadi salah satu peluang strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi event berkelas dunia sekaligus memperluas eksposur Indonesia di tingkat global.

Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana menyampaikan apresiasi kepada Raw Vision Collective dan seluruh pihak yang terlibat, serta Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibu Kota (Pemprov DKI) Jakarta yang terus memberikan dukungan dalam penyelenggaraan konser musik internasional.

“Konser musik internasional bukan hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi pariwisata. Kehadiran musisi dan penggemar dari berbagai negara menciptakan aktivitas ekonomi yang luas, mulai dari tiket, akomodasi, transportasi, kuliner hingga berbagai sektor pendukung lainnya,” ujarnya.

Menurut Menpar, Kemenpar terus mendorong Indonesia menjadi destinasi event berkelas dunia melalui program Event by Indonesia.

Tahun ini, Kemenpar juga memberikan dukungan terhadap konser Andrea Bocelli dan BTS yang akan diselenggarakan di Indonesia.

Event by Indonesia kami hadirkan untuk memperkuat ekosistem event sekaligus menciptakan dampak yang lebih luas bagi pariwisata dan masyarakat. Kami ingin setiap event tidak berhenti pada penyelenggaraan acara, tetapi mampu mendatangkan wisatawan, menggerakkan UMKM, membuka lapangan kerja dan menciptakan nilai tambah ekonomi,” tuturnya.

Sepanjang Januari – Juli 2026, sebanyak 105 event telah mendapatkan dukungan melalui program Event by Indonesia, terdiri atas 18 event nasional, 10 event internasional, 61 Karisma Event Nusantara (KEN), 14 MICE, dan dua event daerah lainnya.

Berdasarkan hasil kajian dampak, penyelenggaraan event event tersebut melibatkan lebih dari 6,47 juta pengunjung, ada 11.000 Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM), serta lebih dari 184.000 pekerja seni dan komunitas, dengan estimasi perputaran uang mencapai Rp1,09 triliun.

Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi event sebagai salah satu penggerak pertumbuhan pariwisata.

Konser berskala internasional, khususnya memiliki kemampuan untuk menarik wisatawan, sekaligus memperluas eksposur Indonesia di mata dunia.

“Indonesia memiliki potensi besar untuk menghadirkan pengalaman kelas dunia. Oleh karena itu, kami terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, penyelenggara, pelaku industri dan berbagai pemangku kepentingan agar Indonesia semakin dikenal sebagai destinasi event internasional yang berkualitas,” ungkap Menpar.

Kemenpar berharap momentum penyelenggaraan konser musik internasional dapat semakin memperkuat citra Indonesia sebagai destinasi yang tidak hanya menawarkan keindahan alam dan kekayaan budaya, tetapi juga pengalaman kelas dunia melalui berbagai event berskala global. B

 

Komentar

Bagikan