Transportasi Massal Jadi Solusi Atasi Kemacetan Lalu Lintas di Bali

Penumpang tengah keluar dari pintu Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. (dok. kemenparekraf)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi mengatakan kehadiran transportasi massal menjadi solusi untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Bali.

“Jangka panjangnya kita akan bangun kereta LRT di Bali dari bandara ke sejumlah titik yang selama ini lalu lintasnya padat, seperti di Sunset Road, Legian, dan Canggu,” ujarnya saat kunjungan kerja di Semarang.

Menhub mengungkapkan, untuk membangun LRT membutuhkan waktu kurang lebih tiga tahun hingga empat tahun.

“Minggu lalu kami sudah bertemu pihak dari Korea Selatan yang memberikan grant untuk Feasibility Study (FS) dan akan memberikan Official Development Assistance (ODA) Loan, untuk pembangunan LRT Tahap 1 dari bandara sampai Sunset Road,” tutur Menhub.

Kehadiran LRT diharapkan dapat mengatasi permasalahan kemacetan di Bali yang seringkali terjadi, khususnya di hari libur nasional dan keagamaan.

Baca juga :   Komitmen Wujudkan Makassar Zero Stunting

Menanggapi kejadian macet di jalan tol menuju Bandara Ngurah Rai, Bali pada Jumat lalu, Menhub menegaskan, telah melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali dan Kepolisian untuk melakukan upaya penanganan di lapangan.

“Kepadatan lalu lintas di akhir tahun sudah kami prediksi sebelumnya, tetapi kemarin terjadi kepadatan yang ekstrem,” ungkapnya.

Untuk menangani kepadatan dari dan menuju Bandara I Gusti Ngurah Rai, Kemenhub melalui Ditjen Perhubungan Darat bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bali menyediakan shuttle bus gratis bagi masyarakat ataupun wisatawan di Bali yang akan menuju bandara dan sebaliknya.

Adapun rute dari shuttle bus adalah Simpang Pesanggaran – Bandara, Nusa Dua – Bandara, dan Sentral Parkir – Bandara.

Titik pemberangkatannya berada di Akses Jalan Tol Pesanggaran, Sentral Parkir Nusa Dua, dan Sentral Parkir Kuta.

Baca juga :   Penerbangan Bali - Bima Bandara Sultan Muhammad Salahuddin Buka Ekonomi Baru

Shuttle bus gratis ini akan beroperasi hingga 1 Januari 2024 mulai pukul 16.00 hingga 24.00 WITA dengan lima armada bus, yang masing-masing berkapasitas 20 penumpang.

Shuttle bus yang digunakan adalah Bus Trans Sarbagita dan Trans Metro Dewata. Bus Transit Sarbagita merupakan Bus Rapid Transit (BRT) Teman Bus dengan layanan Buy The Service yang disediakan Ditjen Perhubungan Darat, sedangkan Bus Trans Sarbagita merupakan bus perkotaan yang dikelola Pemprov Bali.

Selain menyediakan shuttle bus gratis, Kementerian Perhubungan bersama Dinas Perhubungan Provinsi Bali dan Kepolisian juga akan melakukan rekayasa lalu lintas berupa pengalihan sebagian lalu lintas ke arah jalan tol Bali Mandara. B

 

Komentar