Menhub Tinjau Stasiun, Pelabuhan dan Gerbang Tol Kalikangkung

Menteri Perhubungan (Menhub) saat meninjau Pelabuhan Tanjung Emas Semarang, Jawa Tengah. (dephub.go.id)

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi melakukan pemantauan pada sejumlah titik di Semarang, Jawa Tengah dalam rangka memastikan pergerakan penumpang dan kendaraan di masa Libur Natal dan Tahun Baru berjalan selamat, aman dan lancar.

Beberapa titik yang ditinjau, yaitu Stasiun Tawang, Pelabuhan Tanjung Mas dan Gerbang Tol Kalikangkung.

Di stasiun, Menhub melihat kondisi stasiun dan mengecek KA Brantas tujuan Jakarta yang dipadati penumpang.

Budi Karya menyebutkan bahwa terjadi kenaikan penumpang sekitar 28% dibandingkan dengan tahun lalu.

“KA Brantas merupakan kereta api kelas ekonomi yang diberikan subsidi melalui Public Service Obligation (PSO) dan sangat digemari masyarakat. Penumpangnya selalu penuh, karena harganya kompetitif hanya 270.000 sudah sampai Jakarta. Alhamdulillah, PSO yang telah pemerintah berikan termanfaatkan dengan baik oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca juga :   KAI Berikan Bantuan kepada Masyarakat Sebesar Rp5,5 Miliar melalui TJSL Bina Lingkungan

Menhub menuturkan, moda transportasi kereta api menjadi salah satu favorit masyarakat karena ketepatan waktunya.

“Pemerintah sudah menyediakan jalur ganda/double track dari Jakarta ke Surabaya. Saya harap PT KAI dapat menambah jumlah trainsetnya, agar kereta api semakin diandalkan dan masyarakat semakin senang menggunakan transportasi massal,” tutur Menhub.

Selanjutnya di pelabuhan, Menhub mengecek pergerakan penumpang kapal dan layanan logistik juga control room yang memonitor kegiatan kepelabuhanan dan memastikan kelancaran proses bongkar muat barang sesuai dengan waktu yang ditetapkan.

Kemudian, di Gerbang Tol Kalikangkung, Menhub melakukan rapat koordinasi lintas sektoral di antaranya dengan Kepolisian, Dishub, jajaran Kemenhub dan unsur terkait lainnya.

Rapat koordinasi membahas evaluasi penanganan puncak arus mudik pada 22 – 23 Desember 2023 dan langkah antisipasi menghadapi arus balik pada 1 – 2 Januari 2024.

Baca juga :   Apresiasi Untuk Ekspedisi Pinisi Nowergia Jaga Kelestarian Laut

“Dari pengalaman puncak arus mudik yang terjadi pada 23 Desember 2023, kepadatan kendaraan masih bisa tertangani dengan baik, tapi yang harus dievaluasi adalah kepadatan di rest area dan penerapan contra flow di titik KM 427 dan KM 422 yang harus disosialisasikan kepada masyarakat,” jelasnya.

Selain itu, Menhub juga meminta pihak Kepolisian melakukan penegakkan hukum terhadap truk sumbu tiga atau lebih yang melanggar aturan pembatasan sementara di masa libur Nataru.

“Kalau masih ada truk yang melintas di hari puncak arus balik dikhawatirkan akan menimbulkan stagnasi,” katanya.

Di posko Kalikangkung, Menhub juga melakukan video conference dengan para petugas di dua titik yang berpotensi terjadi kepadatan, yaitu di Bandara Soekarno-Hatta dan Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali. B

Komentar