PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) merayakan Hari Angkutan Umum Nasional dengan menegaskan komitmennya dalam memperluas jangkauan layanan lintas wilayah dan mempercepat transisi energi hijau.
Momentum di Taman Literasi Martha Christina Tiahahu, Jakarta Selatan ini juga menandai satu tahun beroperasinya rute Transjabodetabek S61 (Alam Sutera – Blok M) yang telah menjadi tulang punggung mobilitas warga penyangga Jakarta.
Acara ini dihadiri oleh Staf Khusus Gubernur Jakarta Nirwono Yoga, Kepala Bidang Angkutan Jalan Dinas Perhubungan Jakarta Emanuel Kristanto, Wakil Ketua Dewan Transportasi Kota Jakarta Harya Setyaka Dillon, Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan, serta perwakilan pelanggan setia rute S61, Brigitta Valerie.
Momentum Hari Angkutan Umum Nasional tahun ini terasa istimewa karena merayakan keberhasilan operasional rute S61 yang telah menghubungkan Alam Sutera dan Blok M selama setahun terakhir.
Sejak diluncurkan, rute ini tercatat terus mengalami pertumbuhan jumlah pelanggan, membuktikan bahwa kebutuhan akan transportasi publik yang aman, nyaman dan efisien melampaui batas administratif kota.
Direktur Bisnis dan Pemanfaatan Aset Transjakarta Fadly Hasan menekankan bahwa integrasi antarwilayah adalah kunci transportasi masa depan.
“Keberhasilan rute S61 selama satu tahun ini adalah bukti nyata bahwa mobilitas masyarakat Jabodetabek sangat dinamis. Kami tidak lagi melihat batas wilayah sebagai sekat, melainkan peluang untuk terus membangun konektivitas yang andal bagi semua,” ujarnya.
Transjakarta terus mencatatkan pertumbuhan positif dalam melayani warga. Berikut adalah beberapa angka kunci pencapaian Transjakarta hingga awal tahun 2026, dengan volume pelanggan mencapai 1,4 juta perjalanan pelanggan per hari.
Mengenai pertumbuhan tahunan sepanjang tahun 2025, total pelanggan mencapai 413 juta orang, meningkat dua kali lipat dibandingkan tahun 2022.
Cakupan layanan per Februari 2026, layanan Transjakarta telah menjangkau 92,4% wilayah Jakarta.
Sebagai bagian dari strategi jangka panjang menuju kota rendah emisi, Transjakarta meresmikan penambahan 30 unit bus listrik terbaru di tahun 2026.
Dengan 30 bus listrik tersebut merupakan karya nyata hasil rakitan dalam negeri yang ditinjau langsung oleh Presiden.
Penambahan unit bus listrik ini tepat di Hari Angkutan Umum Nasional, yang menggenapkan total armada bus listrik yang beroperasi menjadi 500 unit.
Upaya ini merupakan peta jalan besar Pemprov Jakarta dalam mewujudkan target elektrifikasi armada yang ambisius.
Target pada tahun 2027 adalah sebesar 50% dari total armada berbasis listrik, sedangkan target tahun 2030 adalah 100% atau hingga 10.047 elektrifikasi seluruh armada (Net Zero Emission).
Transjakarta mengajak seluruh masyarakat untuk terus menggunakan transportasi publik sebagai pilihan utama mobilitas sehari – hari.
Kota maju dimulai dari sistem transportasi yang baik dan masyarakat yang aktif memanfaatkannya. B




