Kemenhub dan KAI Harus Bangun Jalur Kereta Trans Sumatra dan Kalimantan

Pengiriman tahap awal 60 unit gerbong datar produksi dalam negeri ke wilayah Divre III Palembang, Sumatra Selatan. (dok. kai.id)
Bagikan

Presiden Prabowo Subianto meminta PT Kereta Api Indonesia (KAI) bersama dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) membangun jalur kereta Trans Sumatra dan melanjutkannya dengan proyek Trans Kalimantan.

“Habis Trans Sumatra, nanti Trans Kalimantan. Kalau bisa bersamaan, kita mulai,” tegasnya saat meresmikan hasil renovasi tahap pertama bangunan cagar budaya Stasiun Semarang Tawang di Semarang, Jawa Tengah, Kamis (30/7/2026).

Kepala Negara mengatakan, pembangunan jalur kereta Trans Sumatra akan menghubungkan wilayah paling Selatan, yakni Bakauheni hingga wilayah paling Utara Pulau Sumatra.

Menurutnya, proyek tersebut menjadi target yang harus diwujudkan oleh PT KAI dan Kementerian Perhubungan.

Kemudian, Kepala Negara bertanya kepada Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin dan Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengenai kesiapan keduanya mengerjakan proyek tersebut.

“Bisa, KAI? Menteri Perhubungan? Kita kasih dia. Tugas harus dikasih yang berat, jangan kasih yang ringan – ringan,” tuturnya diiringi dengan jawaban siap dari kedua pejabat tersebut.

Presiden mengatakan Indonesia merupakan negara besar yang harus memiliki cita – cita besar dalam membangun berbagai sektor, termasuk transportasi perkeretaapian.

Oleh karena itu, dia meminta seluruh pejabat, petugas dan pemimpin memiliki cara berpikir besar, serta tidak berpikir sempit dalam merancang pembangunan.

“Gantungkan cita – cita kita setinggi langit. Itu kata – kata Presiden kita yang pertama. Kalau nggak sampai ke langit, minimal kita jatuh di antara bintang – bintang,” ungkap Prabowo.

Dia juga menyampaikan keinginannya agar perkeretaapian Indonesia berkembang semakin pesat dan menjangkau wilayah yang lebih luas seiring dengan besarnya potensi yang dimiliki Indonesia.

Menurut Presiden, Indonesia merupakan negara yang kuat dan makmur, sehingga harus mampu membuktikan optimisme dalam menghadapi masa depan tanpa melupakan sejarah sebagai bagian penting dari jati diri bangsa.

“Sejarah penting bagi kita, bagi kepribadian kita, bagi masa depan kita. Terima kasih. Selamat bertugas,” kata Prabowo.

Pada akhir sambutannya, Kepala Negara mengatakan dirinya menantikan peresmian revitalisasi stasiun – stasiun lain di berbagai daerah, termasuk peluncuran proyek kereta Trans Sumatra.

“Saya menanti peresmian revitalisasi stasiun – stasiun lain, termasuk launching Trans Sumatra Railway. Terima kasih,” jelasnya. B

Komentar

Bagikan