
Pemerintah menargetkan pada tahun 2027, jalur Mass Rapid Transit (MRT) Jakarta akan tersambung hingga Stasiun Monas terlebih dahulu.
Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka menyatakan pembangunan MRT Jakarta Fase 2A yang menyambungkan Stasiun Bundaran HI (Hotel Indonesia) – Kota sudah mencapai 59%.
“Pada 2029, lanjutan jalur MRT Jakarta hingga Stasiun Kota akan tersambung penuh dari Stasiun Bundaran HI,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Hal ini diungkapkan Wapres Gibran saat meninjau pembangunan MRT Fase 2A Bundaran HI – Kota bersama Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi.
Dalam kesempatan tersebut, lorong jalur MRT disusur Wapres dan Menhub mulai dari area konstruksi Stasiun Sawah Besar hingga Stasiun Harmoni.
“Secara keseluruhan, tadi sudah dilaporkan Pak Dirut MRT progres pembangunannya sudah mencapai 59%,” ungkap Gibran.
Pada akhir tahun 2027, dia menambahkan, jalur HI – Monas tersambung dan sudah beroperasi, kemudian di akhir tahun 2029 nyambung sampai ke Stasiun Kota.
Wapres menuturkan bahwa salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto adalah menciptakan transportasi publik yang aman, nyaman, terintegrasi dan modern.
Adapun untuk mewujudkan hal tersebut, lanjutnya, dibutuhkan sinergi antara pemerintah pusat dan daerah, termasuk dukungan dari kawasan aglomerasi.
Gibran mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Perhubungan, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jakarta dan PT MRT Jakarta, khususnya para pekerja konstruksi yang telah berkolaborasi, serta bekerja keras dalam menyelesaikan proyek MRT Fase 2A.
Dia mengaku puas dengan progres pembangunan ;intasan MRT Jakarta yang hingga saat ini sesuai dengan rencana.
Sementara itu, Menhub Dudy menyatakan bahwa pembangunan MRT Fase 2A menunjukkan progres yang menggembirakan.
Menurutnya, Segmen 1 rute HI – Monas telah mencapai 80,47%, sedangkan Segmen 2 rute Harmoni – Kota telah mencapai 51,04%.
“Saya berharap proses pembangunan MRT Fase 2A dapat terus berjalan lancar, aman, dan sesuai rencana. Pasalnya, kehadiran MRT tidak hanya meningkatkan konektivitas transportasi publik di wilayah Jakarta, tapi juga menjadi solusi mobilitas perkotaan yang modern, efisien dan ramah lingkungan,” tutur Menhub.
Dia menekankan pentingnya menjaga kualitas pekerjaan konstruksi dalam proyek pembangunan MRT Fase 2A.
Menhub juga mendorong koordinasi lintas sektor agar pembangunan infrastruktur ini dapat berlangsung efektif tanpa mengganggu kelancaran lalu lintas maupun aktivitas ekonomi warga di sekitar area proyek.
Sejak beroperasi, MRT Jakarta terus menunjukkan kinerja operasional yang positif.
MRT Fase 1 Lebak Bulus – Bundaran HI telah melayani 47 juta penumpang per tahun.
Pada periode Januari hingga Maret 2026, MRT Jakarta telah melayani lebih dari 11,5 juta pelanggan dengan tingkat ketepatan waktu yang sangat tinggi. B



