
Badan Usaha Milik negara (BUMN) bidang konstruksi dan investasi PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk. (PTPP) memimpin Kerja Sama Operasi (KSO) pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III sepanjang 52 kilometer (km) di Kabupaten Musi Banyuasin, Sumatra Selatan, dengan nilai kontrak proyek Rp970 miliar.
PTPP memiliki porsi 65% dalam KSO tersebut, sedangkan proyek dengan skema design and build itu ditargetkan menjalani masa konstruksi selama 540 hari kalender dan perjanjian kontrak telah ditandatangani pada 5 Agustus 2026.
“PTPP berkomitmen untuk memberikan kontribusi terbaik dalam pembangunan Jalan Hauling Batubara Stage III,” kata Sekretaris Perusahaan PTPP Joko Raharjo dalam keterangannya.
Dia menjelaskan, pembangunan jalan angkut tersebut ditujukan untuk mendukung konektivitas dan kelancaran logistik batu bara dari konsesi tambang menuju titik bongkar atau pelabuhan.
Lingkup pekerjaan proyek mencakup pembangunan jalan angkut sepanjang 52 km beserta sejumlah struktur pendukung antara lain overpass, box culvert dan box underpass.
Menurut perusahaan, keberadaan jalan tersebut diharapkan menyediakan jalur transportasi darat yang lebih efisien, andal dan aman bagi pengangkutan batu bara serta mendukung kelancaran rantai pasok energi, khususnya di Sumatra Selatan.
Dalam pelaksanaan konstruksi, perseroan berencana menggunakan pemetaan lahan berbasis pesawat nirawak atau drone dan Light Detection and Ranging (LiDAR).
Manajemen perusahaan juga akan menerapkan digitalisasi inspeksi kualitas, kesehatan, keselamatan dan lingkungan (Quality, Health, Safety and Environment/QHSE), pemantauan logistik berbasis kode batang, serta sistem pemantauan kemajuan pekerjaan secara waktu nyata.
Teknologi lain yang direncanakan meliputi Building Information Modeling (BIM), Augmented Reality (AR), Virtual Reality (VR) dan dasbor proyek terintegrasi.
Joko menuturkan, pemanfaatan teknologi tersebut diarahkan untuk mendukung efektivitas dan keterukuran pelaksanaan konstruksi.
“Dengan pengalaman dan kapabilitas yang dimiliki serta didukung inovasi dan pemanfaatan teknologi dalam proses konstruksi, kami optimistis proyek ini dapat dilaksanakan dengan mengedepankan kualitas, ketepatan waktu dan keselamatan kerja,” jelasnya.
PTPP menjelaskan bahwa kondisi perlintasan dan panjangnya rute proyek yang berada di area terpencil menjadi sejumlah tantangan dalam pengerjaan jalan tersebut.
Menurut manajemen perusahaan, kondisi itu membutuhkan dukungan sistem komunikasi dan keselamatan yang memadai selama masa konstruksi, termasuk penerapan prosedur keselamatan, serta pengendalian kualitas pekerjaan. B



