Gempa Magnitudo (M)7,7 yang mengguncang Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak hanya dirasakan warga setempat tetapi juga wisatawan yang sedang berada di wilayah ini, sehingga berdampak pada sektor pariwisata.
Berdasarkan pemantauan Pos Pendamping Nasional (Pospenas), gempa berdampak pada sektor pariwisata, seperti akomodasi, daya tarik wisata, fasilitas, aksesibilitas dan sarana pendukung pariwisata.
Kementerian Pariwisata, pemerintah daerah dan Badan Pelaksana Otorita Labuan Bajo Flores (BPOLBF) masih melakukan pendataan dan verifikasi terhadap kerusakan, khususnya di wilayah yang mengalami kendala jaringan listrik dan telekomunikasi.
BPOLBF memantau Labuan Bajo dan kawasan Taman Nasional Komodo secara umum tetap dapat menjalankan aktivitas pariwisata, setelah akses pelayaran dibuka kembali.
Pada Minggu (16/8) sebanyak 308 kapal wisata tercatat berangkat dengan mengangkut 3.651 penumpang, terdiri dari 811 wisatawan domestik dan 2.840 wisatawan mancanegara.
Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Labuan Bajo menginformasikan aktivitas Pelabuhan Marina Labuan Bajo berjalan normal, lancar, aman dan kondusif.
Akses pelayaran menuju Taman Nasional Komodo, fasilitas ini telah dibuka kembali dan aktivitas wisatawan terpantau berjalan normal.
Pada transportasi udara, penyesuaian operasional diberlakukan sesuai dengan kondisi pascagempa.
Hasil asesmen menunjukkan operasional Bandara Komodo Labuan Bajo berjalan normal pada Senin (17/8).
Informasi seputar status operasional beberapa bandara di NTT pada Senin (17/6/2026) adalah sebagai berikut:
- Bandara H. Hasan Aroeboesman Ende, operasional sebagian penerbangan masih dibatalkan.
- Bandara Soa – Bajawa, seluruh penerbangan yang terjadwal pada Senin (17/8/2026) berdasarkan informasi yang diterima dibatalkan sementara.
- Bandara Frans Sales Lega Ruteng masih terdapat pembatalan penerbangan dan kondisi fasilitas bandara masih memerlukan pemantauan lebih lanjut karena terdapat kerusakan atau retakan pada bangunan terminal, gedung administrasi, gedung PKP-PK dan fasilitas pendukung lainnya.
- Bandara Umbu Mehang Kunda Waingapu, sebagian penerbangan masih beroperasi, sementara sebagian penerbangan mengalami pembatalan.
Kondisi penerbangan di Flores masih bersifat dinamis dan sangat bergantung pada hasil pemeriksaan keselamatan, serta keputusan operasional masing – masing maskapai dan pengelola bandara.
Pada sektor penginapan atau perhotelan, sejumlah fasilitas ini mengalami kerusakan akibat gempa.
Catatan sementara, 10 unit hotel mengalami rusak ringan dan 2 unit hotel rusak berat, sedangkan 7 unit hotel lain tidak mengalami kerusakan dan 1 unit hotel yang rusak berat berada di Kabupaten Nagekeo.
Selain perhotelan, terdapat sejumlah penginapan sekelas homestay yang mengalami kerusakan.
Hasil asesmen sementara, 5 unit bangunan mengalami rusak ringan dan 3 unit rusak berat, dengan akomodasi tersebut berlokasi di Kabupaten Manggarai.
Pendataan menyeluruh terhadap kondisi Daya Tarik Wisata (DTW) telah dilakukan di berbagai kabupaten.
Prioritas utama saat ini adalah memastikan keselamatan dan keamanan seluruh wisatawan, baik domestik maupun mancanegara, serta kelayakan infrastruktur pariwisata.
Hasil pendataan hingga saat ini menunjukkan bahwa meskipun terdapat delapan DTW yang mengalami kerusakan ringan, mayoritas wisatawan berada dalam kondisi aman.
Aktivitas di beberapa destinasi utama, khususnya Taman Nasional Komodo, telah beroperasi secara normal tanpa adanya insiden.
DTW di Kabupaten Manggarai Barat, seperti Taman Nasional Komodo dan sekitarnya, telah diakses para wisatawan.
Secara umum, aktivitas pariwisata di kawasan Taman Nasional Komodo berjalan dengan baik. Kerusakan juga teridentifikasi pada DTW di beberapa kabupaten di Flores.
Sementara itu, terdapat juga tempat wisata yang saat ini masih ditutup untuk sementara waktu, seperti Goa Rangko di Kabupaten Mangarai Barat, Waerebo di Manggarai dan Taman Nasional Kalimutu di Kabupaten Ende.
Otoritas pariwisata akan terus memperbarui informasi terkait pembukaan kembali destinasi – destinasi yang saat ini ditutup.
Wisatawan juga diimbau untuk selalu mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan memantau informasi dari saluran resmi pemerintah daerah. B




