Pembangunan Borobudur Highland Harus Dipercepat

Kawasan Borobudur Highland. (Istimewa)
Bagikan

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta pembangunan kawasan pariwisata Borobudur Highland dipercepat.

“Kita harapkan ini dapat menggeliatkan ekonomi, membangkitkan harapan, semangat masyarakat untuk pulih ditengah pandemi dan tantangan ekonomi,” ujar Sandiaga dalam siaran pers, Rabu (23/6/2021).

Kemenparekraf/Baparekraf sebelumnya sudah menggelar rapat koordinasi membahas pembangunan kawasan pariwisata Borobudur Highland yang terletak di Perbukitan Menoreh, perbatasan antara Kabupaten Kulon Progo, Provinsi D.I. Yogyakarta dengan Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang di Provinsi Jawa Tengah.

Kawasan tersebut memiliki luas wilayah kurang lebih 309 hektare, terdiri dari luas lahan 50 hektare akan bersertifikat Hak Pengelolaan. Luas lahan 259 hektare dikelola dalam bentuk kerja sama antara Badan Otoritas Boribudur (BOB) dengan Perhutani, dengan prinsip single destination, single management.

Sandiaga menuturkan, percepatan pembangunan Borobudur Highland meliputi rencana pembangunan jalan untuk memudahkan akses menuju Borobudur Highland, serta pembangunan jalan oleh KemenPUPR pada Agustus, dan ditargetkan selesai akhir tahun 2021.

Baca juga :   GM Novotel Hotel & Resort Yon Hendri Mengabdi 10 Tahun Untuk Bukittinggi

Pembangunan Borobudur Highland mengusung tema cultural adventure eco-tourism, dengan ruang bagi wisatawan yang datang untuk bersantai, dengan alam yang asri dan indah.

Menurut Menparekraf, untuk proyek resor diproyeksikan memiliki nilai investasi Rp1,5 triliun, sedangkan nilai infrastruktur dasar diproyeksi sebesar Rp350 triliun.

Sandiaga juga mengusulkan percepatan pembangunan ini agar turut menghadirkan event yang berbasis eco-tourism dan sport tourism dengan protokol kesehatan yang ketat.

“Kita harapkan ini dapat menggeliatkan ekonomi, membangkitkan harapan, semangat masyarakat untuk pulih ditengah pandemi dan tantangan ekonomi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Utama BOB Indah Juanita menuturkan, atraksi wisata yang dihadirkan nantinya meliputi amphiteater, mountain biking, tree top cycling, spa, forest tracking, off road, dan berbagai atraksi menarik lainnya.

Baca juga :   Kemenparekraf Hadirkan Wellness Village Pamerkan Produk Ekraf Lokal

Indah memproyeksikan Borobudur Highland akan menyerap kurang lebih 1.800 tenaga kerja.

Selain itu, BOB juga telah menggandeng Bobobox untuk menghadirkan penginapan di alam terbuka, dengan menggunakan teknologi yang maju. “Targetnya, akhir tahun 2021 ini sudah dirampungkan.”

Indah menambahkan, sudah ada beberapa investor yang menyatakan minat serius membangun fasilitas resort di dalam Borobudur Highland. B

Komentar

Bagikan