Pelabuhan Patimban Jelang Peralihan Operator

0
14
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat, Kamis (18/11/2021). (Istimewa)

Pelabuhan Patimban akan menjadi cikal bakal kawasan industri dan perkotaan baru di Jawa Barat bernama Rebana (Cirebon, Subang, Patimban, dan Kertajati) Metropolitan, yang meliputi enam kabupaten dan satu Kota Cirebon.

Bahkan, Menteri Koordinator Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan menyatakan pelabuhan itu akan menjadi jantung pertumbuhan bersama dengan Bandara Kertajati.

“Kawasan ini diharapkan mendorong pertumbuhan ekonomi khususnya di Provinsi Jawa Barat. Selain itu, kehadiran Pelabuhan Patimban juga dapat memangkas waktu tempuh distribusi dari kawasan industri ke pelabuhan,” ujarnya saat bersama dengan Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi meninjau Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat pada Kamis (18/11/2021).

Peninjauan ini dilakukan dalam rangka pengecekan kesiapan pelabuhan jelang dilakukannya peralihan operator.

Sebelumnya dikelola sementara oleh Kementerian Perhubungan yang memberikan penugasan kepada Pelindo III (sekarang Pelindo), akan diserahterimakan kepada PT Pelabuhan Patimban Indonesia (PPI) dan Toyota Tsusho Corporation.

Baca juga :   Terminal Baru Bandara Sultan M. Salahuddin Mulai Beroperasi 29 September

Menko Luhut juga memimpin rapat koordinasi dengan segenap pemangku kepentingan. Hal-hal yang dikoordinasikan di antaranya terkait dengan perencanaan dan upaya penyelesaian target yang ditetapkan dalam mendukung optimalnya pengoperasian Pelabuhan Patimban.

Dia mencontohkan kesiapan kegiatan ekspor, penyelesaian jalan tol yang ditargetkan selesai tahun 2023, dan dukungan pemerintah daerah untuk optimalisasi pelabuhan.

Kehadiran pelabuhan ini akan menciptakan sekitar 4,3 juta peluang pekerjaan pada tahun 2030, yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.

“Kita juga berharap, kepadatan di Jakarta akan berkurang karena ada kawasan industri di sekitar Pelabuhan Patimban, sehingga tidak perlu ke Priok, tetapi bisa langsung ke Pelabuhan Patimban,” jelas Menko Luhut.

Sementara itu, Menteri Perhubungan menuturkan, peralihan operator pada pelabuhan yang dikerjasamakan dengan Jepang ini akan dilakukan pada 16 Desember 2021.

Baca juga :   Kemenhub Dukung Program Pejuang Muda Keselamatan Jalan Indonesia

“Setelah serah terima dilakukan, diharapkan pada 17 Desember 2021 sudah dimulai kegiatan ekspor di pelabuhan ini,” katanya.

Sejak Januari hingga November 2021, kegiatan bongkar muat di Pelabuhan Patimban sudah mencapai total 12.335 unit kendaraan, yang diangkut oleh sembilan kapal dengan rute Patimban-Belawan dan Patimban-Makassar.

Kesembilan kapal tersebut adalah Ferrindo 5, Serasi V, MV Ostina, Kalimantan Leader, Harmoni Mas 3, Serasi I, Harmoni Mas 8, MV Sulawesi Leader, dan KM Panorama Nusantara.

Pelabuhan Patimban dibangun dengan tujuan untuk mengurangi biaya logistik dengan mendekatkan pusat produksi dengan pelabuhan, mengurangi tingkat kemacetan lalu lintas di Jakarta dengan pembagian arus lalu lintas kendaraan, serta untuk menjamin keselamatan pelayaran termasuk eksplorasi gas. B

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here