Optimistis Ekonomi Pulih Usai Pariwisata Dibuka Untuk Wisman

0
8
Menparekraf/Kabapareraf Sandiaga Salahuddin Uno di Desa Wisata Sesaot, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB). (Istimewa)

Pembukaan kembali pariwisata untuk wisatawan mancanegara (wisman) dapat memulihkan perekonomian. Sebab, pembukaan pariwisata dapat membuka peluang terciptanya lapangan kerja.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta pengelola desa wisata untuk bersiap diri menyambut pembukaan pariwisata untuk wisman.

“Tak hanya persiapan layanan, tetapi juga aspek protokol kesehatan lewat penerapan CHSE (Cleanliness Health Safety Environment Sustainability) yang terintegrasi dengan Aplikasi Peduli Lindungi,” ujarnya saat menyerahkan penghargaan 50 desa wisata terbaik kepada pengelola Desa Wisata Sesaot, Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (3/11/2021).

Sandiaga menjelaskan bahwa menjadi harapan bersama untuk memulihkan ekonomi dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

Walau begitu, dia mengimbau pengelola desa wisata juga mengembangkan diri untuk wisatawan nusantara (wisnus). Alasannya, lanjutnya, karena wisnus juga memiliki potensi kunjungan yang sangat besar.

Baca juga :   Kemenparekraf Dukung Peluncuran ”Indonesia Spice Up The World” di National Day Expo Dubai 2020

“Terlebih, NTB menjadi tuan rumah dari gelaran Moto GP Mandalika, World Superbike, serta G20 tahun 2022,” ungkapnya.

Jadi, Sandiaga menegaskan, akan banyak sekali nanti event-event yang berlangsung di NTB. “Kita harapkan juga mampu membuka peluang untuk bangkit, ekonomi bergerak kembali dan lapangan kerja terbuka.”

Hanya saja, Sandiaga menilai kedatangan wisatawan harus sejalan dengan pengendalian Covid-19. “Protokol kesehatan dan protokol karantina harus dipatuhi secara disiplin oleh seluruh pelaku perjalanan luar negeri, khususnya wisman,” katanya.

Selain itu, wisatawan harus telah mendapatkan dosis vaksin Covid-19 lengkap dan menjalani masa karantina selama tiga hari setibanya di Indonesia.

Hal tersebut merujuk Surat Edaran Satuan Tugas (SE Satgas) Penanganan Covid-19 Nomor 20 Tahun 2021 tentang Protokol Kesehatan Perjalanan Internasional pada Masa Pandemi Covid-19.

Baca juga :   Menparekraf Dorong Lebih Banyak Pihak Berpartisipasi dalam Work From Bali

“Kuncinya adalah Covid-19 yang terkendali. Saya berharap ketentuan ini dipatuhi seluruh anggota masyarakat yang melakukan perjalanan luar negeri maupun WNA,” jelasnya.

Pada kesempatan sama, Bupati Lombok Barat Fauzan Khalid menyampaikan apresiasinya kepada Kemenparekraf. Dia berharap dibukanya kembali pariwisata bagi wisman dapat menggerakan ekonomi di NTB, khususnya Lombok Barat.

Dia menuturkan, mengingat wilayahnya memiliki 58 desa wisata dengan berbagai variasi produk unggulannya, mulai dari tenun, pantai, mangrove dan lainnya.

“Terima kasih kepada Pak Menteri, Insya Allah kami di Lombok Barat bersama DPRD sangat bersemangat untuk mengembangkan destinasi pariwisata di Lombok Barat, khususnya desa wisata,” ungkap Fauzan. B


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here