Negara G20 Harus Bersinergi Kuat Rancang Rencana Pemulihan Parekraf

Kick-off Tourism Working Group G20 Tahun 2022 secara daring, Senin (14/2/2022). (Istimewa)
Bagikan

Negara-negara G20 harus dapat bersinergi dengan kuat dan bergerak selaras menyusun rencana kebangkitan ekonomi yang ditopang sektor pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) dengan memaksimalkan peluang dan tantangan di tengah pandemi maupun pascapandemi dengan penuh kehati-kehatian.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, kesemua itu diharapkan kebangkitan ekonomi Indonesia dapat terwujud dengan semakin terbukanya lapangan kerja pada sektor pariwisata.

Tourism Working Group G20 diharapkan dapat menghasilkan satu program konkret berdasarkan best practice dan dapat dikerjasamakan antarnegara anggota G20 sebagai salah satu langkah dalam mewujudkan hal tersebut,” katanya saat Kick-off Tourism Working Group (TWG) G20 Tahun 2022 secara daring, Senin (14/2/2022).

G20 atau Group of Twenty merupakan forum kerja sama multilateral yang terdiri atas 19 negara utama dan Uni Eropa.

Mengutip laman Bank Indonesia, G20 merepresentasikan lebih dari 60% populasi bumi, 75% perdagangan global, dan 80% produk Domestik Bruto (PDB) dunia.

Anggota G20 terdiri atas Afrika Selatan, Amerika Serikat, Arab Saudi, Argentina, Australia, Brasil, China, India, Indonesia, Inggris, Italia, Jepang, Jerman, Kanada, Meksiko, Korea Selatan, Rusia, Prancis, Turki, dan Uni Eropa.

Baca juga :   Surat Terbuka IINTOA Untuk Jokowi Soal Pariwisata Bali

Kelompok kerja bidang pariwisata merupakan salah satu kelompok kerja yang berada di bawah sherpa track (membahas isu ekonomi non-keuangan, termasuk pariwisata) dan diampu oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif selaku ketua dari kelompok kerja tersebut.

Rangkaian pertemuan Kelompok Kerja Pariwisata tersebut meliputi TWG tingkat pejabat eselon 1 pada 10-11 Mei 2022 di Labuan Bajo, Nusa Tenggara Barat (NTB) secara hybrid.

Pertemuan TWG kedua pada 23 September 2022 akan digelari di Bali secara luring. Kemudian, dilanjutkan Tourism Minister Meeting (TMM) pada 26 September 2022 di Bali. Ada pula rangkaian kegiatan side event berupa konferensi, seminar, forum global, dan pameran.

“Dengan menganut semangat Recover Together, Recover Stronger, G20 perlu mendukung peran penting sektor pariwisata dan ekonomi kreatif dalam memperkuat kepemimpinan global yang kolektif melalui pariwisata dan harus memastikan tidak ada satupun yang ditinggalkan,” jelas Sandiaga.

TWG G20 Presidensi Indonesia berfokus pada upaya memajukan pemulihan sektor pariwisata pascakrisis Covid-19 dengan mempromosikan ketahanan pariwisata.

Baca juga :   Luminor Hotel Akan Segera Hadir Di Kota Palembang

Sementara itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto menyatakan, Presidensi G20 sangat penting untuk bisa mencapai perubahan dunia, terutama pemulihan inklusif dan pertumbuhan ekonomi global yang lebih tanggap dan kuat.

“Dengan 400 acara dan tersebar di 25 kota, Presidensi G20 ini diharapkan bisa menjadi kickstart dari sektor pariwisata atau sektor MICE,” ungkapnya.

Potensi PDB diperkirakan mencapai Rp7,4 triliun dan diharapkan ada 33.000 lapangan kerja baru tercipta.

“Oleh karena itu saya tentu berharap Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif sebagai pengampu Tourism Working Group agar menjadi lokomotif terhadap pemulihan dari sektor pariwisata terutama MICE,” ujar Airlangga.

Pada kesempatan yang sama, secara daring Sekjen UNWTO Zurab Pololikashvili mengucapkan selamat dan sukses kepada Indonesia yang menjadi Presidensi G20 tahun 2022.

“Koordinasi dan solidaritas adalah kunci penting bagi semua pihak, terutama negara-negara G20 untuk bersama-sama menuju masa depan. Terutama melewati masa-masa berat selama dua tahun kebelakang akibat pandemi Covid-19,” tuturnya. B

 

 

Komentar

Bagikan