
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi meninjau Pelabuhan Celukan Bawang, di Kabupaten Buleleng, Bali, baru – baru ini.
Hal tersebut sebagai bagian dari persiapan menghadapi penyelenggaraan angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027, serta angkutan Lebaran 2027 yang berdekatan dengan Hari Raya Suci Nyepi.
Peninjauan dilakukan usai Menhub bertemu dengan Gubernur Bali I Wayan Koster di Gedung Kertha Sabha, Denpasar.
Dalam kesempatan tersebut, Menhub dan Gubernur Bali membahas percepatan penguatan infrastruktur transportasi di Bali pada sektor udara dan laut.
Menhub menegaskan, pengembangan Pelabuhan Celukan Bawang merupakan salah satu langkah strategis untuk mengurangi kepadatan lintas penyeberangan Ketapang – Gilimanuk yang selama ini menjadi jalur utama penghubung Jawa dan Bali.
“Kita perlu mengatasi kepadatan yang terjadi di penyeberangan Ketapang – Gilimanuk. Belajar dari pengalaman di lintas Merak – Bakauheni, kami berpandangan kepadatan harus dipecah melalui pelabuhan alternatif,” ujarnya.
Lebih lanjut, Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah mengkaji sejumlah alternatif lintasan penyeberangan yang dapat mendukung distribusi arus kendaraan, yakni Jangkar – Celukan Bawang, Tanjung Wangi – Celukan Bawang, Ketapang – Padang Bai/Gunaksa, dan Ketapang – Benoa.
Dari sejumlah alternatif tersebut, Pelabuhan Celukan Bawang diproyeksikan menjadi salah satu simpul penting dalam mendistribusikan arus penyeberangan dari Jawa menuju Bali.
Menhub menginstruksikan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) dan PT ASDP Indonesia Ferry untuk mempercepat kesiapan tersebut melalui kajian teknis dan menyelesaikan pengembangan fasilitas sesuai target waktu yang telah ditetapkan.
“Kami sudah meminta khususnya kepada Pelindo untuk melakukan revitalisasi agar pelabuhan ini dapat melayani penyeberangan dari Pelabuhan Jangkar, Ketapang, maupun Tanjung Wangi di Banyuwangi,” jelasnya.
Dia juga meminta Pelindo dan ASDP untuk mengkaji, serta menyelesaikan seluruh persiapan sesuai target yang telah ditentukan.
“Harapannya, pada Desember mendatang Pelabuhan Celukan Bawang sudah dapat membantu memecah arus penyeberangan,” kata Menhub.
Masih pada sektor yang sama, dia menegaskan, Kemenhub berupaya melanjutkan program water taxi sebagai moda transportasi alternatif untuk mengurangi kepadatan lalu lintas jalan.
Menurut Menhub, layanan tersebut diproyeksikan mampu memangkas waktu tempuh dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju Canggu dari sekitar 1,5 jam hingga 2 jam menjadi sekitar 30 menit.
“Kita sudah menghitung, dari bandara ke Canggu bisa ditempuh sekitar 30 menit. Paling tidak ini dapat mengurangi beban jalan. Animo wisatawan juga cukup tinggi karena memberikan pengalaman perjalanan yang berbeda,” tuturnya.
Sementara itu, pada sektor udara, Menhub menambahkan, Kemenhub terus mendorong penguatan konektivitas udara di Bali melalui pengembangan bandara eksisting.
“Kita melihat jumlah penumpang Bandara I Gusti Ngurah Rai saat ini mencapai sekitar 24,9 juta penumpang per tahun, bahkan sudah melampaui kondisi sebelum pandemi Covid-19,” tuturnya.
Harapannya, kata Menhub, melalui pengembangan kapasitas bandara, jumlah tersebut dapat meningkat hingga sekitar 32 juta penumpang sehingga dapat mendukung pemerataan pembangunan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Jenderal Perhubungan Udara Lukman F. Laisa, Direktur Jenderal Perhubungan Laut Muhammad Masyhud, Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar, para Bupati di Bali, dan sejumlah pejabat terkait. B



