Lion Air Buka Penerbangan Umrah dari Padang Langsung ke Arab Saudi

Bandara Internasional Minangkabau di Sumatra Barat. (dok. wikipedia.org)

Masakapai Lion Air, member of Lion Air Group membuka kembali layanan penerbangan umrah efektif pada 3 Januari 2023 dari Sumatra Barat melalui Bandara Internasional Minangkabau di Padang Pariaman dengan tujuan Bandara King Mohammad bin Abdul Aziz, Madinah dan Bandara King Abdul Aziz Jeddah.

Kota Padang adalah emberkasi ke-6 setelah Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Bandara Juanda Surabaya, Bandara Kualanamu di Deli Serdang, Sumatra Utara, Bandara Sultan Hasanuddin di Makassar, Sulawesi Selatan dan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.

Informasi dari situs lionair.co.id menyatakan, Penerbangan menggunakan pesawat terbaru kategori berbadan lebar (wide body) jenis Airbus 330 yang menawarkan rasa kenyamanan dengan tetap mengutamakan faktor keselamatan dan keamanan (safety first).

Penerbangan perdana awal 2023 ini ditandai menerbangkan 328 jamaah. Untuk kenyamanan tamu dari masing-masing daerah asal, Lion Air telah mempersiapkan awak kabin guna membantu kemudahan komunikasi dari aspek bahasa.

Lion Air nomor terbang JT-082 lepas landas dari Bandara Internasional Minangkabau pukul 08.10 WIB (GMT+ 07) dan dijadwalkan tiba di Bandara King Mohammad bin Abdul Aziz pukul 13.22 waktu setempat (GMT+ 03).

Jenis pesawat yang dioperasikan adalah berbadan lebar (wide body) Airbus 330-900NEO (berkapasitas 436 kursi kelas ekonomi), yang mampu melayani non-stop berdurasi waktu tempuh hingga lebih dari 12 jam, sehingga sangat tepat untuk mendukung penerbangan ibadah umrah dari Sumatra Barat.

Baca juga :   Wings Air Buka Rute Baru Hubungkan Tiga Provinsi

Lion Air menawarkan layanan mencakup bagasi, makanan dan minuman di dalam pesawat (inflight meals) tersedia dalam kelas bisnis dan ekonomi, hiburan selama perjalanan (inflight entertainment), musik religi, audio video pada setiap kursi.

Pesawat didesain memiliki kabin paling senyap di kelasnya, jarak antarkursi (seat pitch) lega, kursi ergonomis, menambah fitur utama dari kabin airspace, desain baru kompartemen bagasi kabin (overhead bin) yang memungkinkan lebih mudah mengatur dan menyimpan barang bawaan di kabin.

Pesawat Airbus 330 mempunyai tingkat keamanan dan keselamatan tinggi dan memastikan aspek kesehatan, dengan pesawat dilengkapi sistem sirkulasi udara terjaga baik.

Seluruh armada Lion Air dilengkapi High Efficiency Particulate Air (HEPA) filter atau penyaringan partikel yang kuat.

HEPA filter membantu menjaga kebersihan udara di kabin dan menyaring lebih dari 99,9% jenis virus, kuman, serangga dan bakteri.

Udara di dalam kabin pesawat diperbarui setiap dua menit hingga tiga menit, sehingga lebih segar. Siklus udara dari toilet (lavatory) dan dapur (gallery) langsung dialirkan ke luar pesawat.

Pelaksanaan umrah 2023 sebagai bentuk kesungguhan Lion Air dalam mengakomodir dan memfasilitasi kebutuhan perjalanan ibadah. Lion Air berharap senantiasa berupaya melayani jamaah dengan pelayanan terbaik.

Bersama mitra perjalanan (tour and travel) Lion Air mendukung pelaksanaan beribadah ke tanah suci dengan menawarkan kemudahan konektivitas.

Penerbangan umrah melalui Bandara Minangkabau akan membantu masyarakat yang berasal dari Padang, Padang Pariaman, Bukittinggi dan daerah lain di sekitar.

Baca juga :   Kemenhub Dukung Inovasi Maskapai untuk Stabilkan Harga Tiket

Lion Air mengucapkan terima kasih atas dukungan dan koordinasi dari regulator, pengelola Banda Internasional minangkabau-PT Angkasa Pura II, pengelola bandara di Arab Saudi, pengatur lalu lintas udara-AirNav Indonesia, mitra perjalanan (tour and travel) pihak terkait dalam mempersiapkan dan mendukung kelancaran jamaah umrah ketika melakukan penerbangan.

Layanan umrah mengupayakan tingkat kinerja ketepatan waktu (on time performance/OTPlebih dari (rata-rata) 94%.

Keseriusan ini seiring bentuk memberikan layanan terbaik kepada jamaah umrah.

Dalam kaitan perjalanan udara sesuai aspek keselamatan, Lion Air telah menghimbau kepada seluruh jamaah antara lain agar tidak membawa barang berbahaya (dangerous goods) ke pesawat.

Selain itu, tidak menerima titipan barang dalam bentuk apapun dari orang lain ke dalam pesawat, barang elektronik harus dilepas dari baterainya dan penggunaan pengisi daya mandiri atau baterai portabel (powerbank) harus sesuai kriteria dari segi kapasitas yang boleh dibawa ke dalam kabin dan tidak diperbolehkan untuk digunakan selama penerbangan.

Lion Air menjalankan ketentuan operasional menurut masing-masing negara serta aturan internasional.

Penerbangan tujuan Jeddah dan Madinah ini terlaksana setelah Lion Air memenuhi semua kualifikasi dan persyaratan dari Kementerian Perhubungan dan otoritas penerbangan sipil Arab Saudi atau General Authority of Civil Aviation (GACA), termasuk audit keselamatan dan keamanan. B

 

 

 

Komentar