Koordinasi Antarkementerian Dorong Maskapai Asing Perbanyak Penerbangan ke Indonesia

Pesawat maskapai asing Jetstar kembali membawa penumpang ke Bali. (Istimewa)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) tengah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) untuk mendorong maskapai asing menambah jumlah penerbangan internasional ke Indonesia.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, upaya koordinasi itu seiring dengan diperlonggarnya syarat dan ketentuan bagi pelaku perjalanan luar negeri.

“Kita akan terus tingkatkan daya saing pariwisata dengan negara kompetitor dan tentunya ini kita harapkan semakin menggeliatkan (perekonomian) dan target 1,8 juta sampai 3,6 juta kunjungan wisatawan mancanegara, mudah-mudahan bisa tercapai,” ujarnya.

Seiring dengan dikeluarkannya Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 19 Tahun 2022 terkait protokol kesehatan perjalanan luar negeri yang sudah tidak memperlakukan hasil tes PCR maupun Antigen sebagai syarat utama perjalanan luar negeri, maka Kemenparekraf melalui Deputi Kebijakan Strategis berkoordinasi dengan Kemenhub untuk mendorong maskapai penerbangan internasional menambah jumlah penerbangan ke Indonesia.

Baca juga :   Keterbukaan PTDI Untuk Setiap Perkembangan Kontrak Berjalan

Maskapai-maskapai internasional yang diprioritaskan untuk menambah jumlah penerbangannya ini, Sandiaga menambahkan, berasal dari lima negara yang banyak menyumbang kedatangan wisatawan mancanegara ke Bali, yaitu Amerika Serikat, Australia, Inggris, Prancis, dan Singapura.

“Kami akan terus kolaborasi dengan maskapai untuk menambah kuantitas dan jadwal penerbangan dan kami akan terus melakukan program promosi dengan tema kerja sama terpadu,” ungkapnya.

Sandiaga mencontohkan seperti di ATM (Arabian Travel Market) Dubai, SATTE (South Asia Travel & Tourism Expo) 2022, dan kunjungan ke market-market yang sangat potensial, yaitu kelima negara itu.

Penambahan jumlah penerbangan ini, lanjutnya, juga bertujuan untuk menekan harga tiket penerbangan agar lebih terjangkau bagi masyarakat.

Baca juga :   Pemerintah Indonesia dan Arab Saudi Berkomunikasi Terkait Larangan Perjalanan ke Indonesia

“Karena jumlah penerbangan yang sangat terbatas, seat capacity atau jumlah tempat duduknya sangat terbatas dan sekarang kami tengah bekerja dengan penuh dedikasi untuk berbicara dengan sejumlah penerbangan agar meningkatkan jumlah penerbangan,” tuturnya.

Sementara itu, Nia Niscaya, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf menyatakan, selain berkoordinasi dengan Kemenhub, pihaknya juga berkoordinasi dengan sejumlah asosiasi penerbangan untuk mendorong penambahan jumlah penerbangan ini.

“Paling tidak jumlah penerbangan bisa kembali seperti sebelum masa pandemic, karena maskapai penerbangan belum sepenuhnya pulih,” jelasnya. B