
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara (Ditjen Hubud) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama AirNav Indonesia menerima Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR di Kantor Pusat AirNav Indonesia, Tangerang,
Kunjungan tersebut dimaksudkan untuk meninjau kesiapan operasional sistem navigasi penerbangan nasional dan implementasi modernisasi Air Traffic Management Automation System (ATMAS) di New Jakarta Air Traffic Services Centre (JATSC).
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae memimpin kunjungan kerja tersebut dan diisi dengan rapat koordinasi, serta peninjauan langsung ke Indonesia Network Management Centre (INMC) dan New JATSC.
Saat mendampingi kunjungan kerja tersebut, Direktur Jenderal (Dirjen) Perhubungan Udara Lukman F. Laisa menyatakan bahwa modernisasi sistem navigasi penerbangan nasional menjadi langkah strategis untuk meningkatkan kapasitas, keselamatan, efisiensi dan ketahanan pelayanan lalu lintas udara Indonesia.
Implementasi modernisasi ATMAS di Jakarta ditargetkan mulai beroperasi penuh pada Juni 2026 setelah sebelumnya diterapkan di Medan, Pontianak dan Balikpapan.
“Seluruh tahapan implementasi dilakukan secara hati – hati dengan mitigasi risiko dan contingency plan yang komprehensif guna memastikan pelayanan navigasi penerbangan tetap aman dan andal,” jelasnya.
Ditjen Hubud juga menjelaskan langkah mitigasi terhadap gangguan Global Navigation Satellite System Radio Frequency Interference (GNSS RFI) di sekitar Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada April 2026.
Operasional penerbangan tetap berjalan aman melalui optimalisasi sistem navigasi cadangan berbasis terrestrial, seperti Instrument Landing System (ILS), Distance Measuring Equipment (DME) dan VHF Omnidirectional Range (VOR), serta dukungan radar vector oleh petugas ATC.
Selain itu, Ditjen Hubud bersama AirNav Indonesia telah meningkatkan koordinasi lintas instansi, menerbitkan Notice to Airmen (NOTAM), melaporkan kejadian kepada ICAO Asia Pacific Regional Office dan menerbitkan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Udara Nomor SE-DJPU 11 Tahun 2026 tentang Pelaporan dan Penanganan GNSS RFI.
Wakil Ketua Komisi V DPR Ridwan Bae mengapresiasi langkah cepat dan responsif Ditjen Hubud bersama AirNav Indonesia dalam menangani gangguan tersebut.
Menurutnya, berbagai langkah mitigasi yang dilakukan menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan, keamanan dan kelancaran operasional penerbangan nasional.
Dirjen Lukman menegaskan bahwa pihaknya memastikan agar pelayanan navigasi penerbangan selalu berjalan optimal.
“Kami terus memperkuat pengawasan, pengendalian, dan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan guna memastikan pelayanan navigasi penerbangan nasional berjalan aman, selamat, tertib, efisien dan berkelanjutan,” tuturnya.
Turut hadir pada kunjungan kerja tersebut Direktur Utama Airnav Indonesia Capt. Avirianto beserta jajaran, Direktur Operasi PT Angkasa Pura Indonesia Agus Haryadi, Direktur Navigasi Penerbangan Syamsu Rizal, Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara Sokhib Al-Rokhman, Direktur Balai Besar Kalibrasi Fasilitas Penerbangan Teguh Jalu Waskito, serta Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah I Putu Eka Cahyadhi. B



