Perkembangan pembangunan Fase 2A Lin Utara Selatan Bundaran Hoteln Indonesia (HI) – Kota terus menunjukkan kemajuan signifikan.
Pada Maret 2026, pembangunannya telah mencapai 59,19% dari target 57,52%.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian segmen satu Bundaran HI – Monas pada akhir tahun 2027 dan segmen dua hingga Kota pada akhir tahun 2029.
Sejumlah milestone konstruksi telah tercapai, seperti tersambungnya Rel Fase 1 dan 2A Lin Utara Selatan dan persiapan kedatangan, serta pemasangan pintu tepi peron (platform screen doors).
Kemajuan signifikan pun terlihat pada setiap paket kontrak konstruksi. Pada paket kontrak CP201, pembangunannya telah mencapai 92,3% dari target 91,99%.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan 95 persen pekerjaan konstruksi selesai pada akhir tahun 2026 dan operasional segmen pertama ini pada akhir tahun 2027.
Kemajuan signifikan juga terjadi di paket kontrak CP202. Paket kontrak yang mencakup pembangunan terowongan dan stasiun Harmoni, Sawah Besar, serta Mangga Besar ini telah mencapai 64,13%.
Paket kontrak yang menjadi salah satu milestone konstruksi sipil di Indonesia dengan terowongan dan stasiun bertingkat empat di bawah tanah ini terus mempercepat penyelesaiannya.
Pada paket kontrak CP203, perkembangannya telah mencapai 83,72% dari target 82,78%.
PT MRT Jakarta (Perseroda) menargetkan penyelesaian dan operasional pada akhir tahun 2029.
Di luar pekerjaan sipil terowongan dan stasiun, paket kotrak CP205 juga menunjukkan perkembangan signifikan dengan 42,69% dari target 34,58%.
Paket yang terdiri dari sistem perkeretaapian dan rel ini telah menyelesaikan pengelasan rel dengan metode flashbutt welding dan sudah memulai proses pengecoran track bed.
Pada 25 Maret, pengecoran second track bed segmen Bundaran HI – Monas telah mencapai 769 meter, sedangkan paket kontrak CP206 kereta, telah memasukin tahap inception design dan paket kontrak CP207 dalam tahap proses pengadaan kontrak.
Total perkembangan konstruksi ditargetkan mencapai 65,03% pada akhir tahun 2026.
Fase 2A Lin Utara Selatan akan menghubungkan Stasiun Bundaran HI Bank Jakarta hingga Kota sepanjang sekitar 5,8 kilometer dan terdiri dari tujuh stasiun bawah tanah, yaitu Thamrin, Monas, Harmoni, Sawah Besar, Mangga Besar, Glodok, dan Kota.
Fase 2A tersebut dibagi menjadi dua segmen, yaitu segmen satu Bundaran HI – Monas yang ditargetkan selesai pada 2027 dan segmen dua Harmoni – Kota yang ditargetkan selesai pada tahun 2029.
Fase ini dibangun dengan biaya sekitar Rp25,3 triliun melalui dana pinjaman kerja sama antara Pemerintah Indonesia dan Jepang, sedangkan Fase 2B yang rencananya melanjutkan dari Kota sampai dengan Depo Ancol Barat masih dalam tahap studi kelayakan (feasibility study).
Berbeda dengan Fase 1 dan Fase 2A dibangun, sekaligus dengan mengembangkan kawasan stasiun dengan konsep kawasan berorientasi transit (transit-oriented development).
Pembangunan dengan konsep ini tidak hanya menyiapkan infrastruktur stasiun MRT Jakarta, tapi juga kawasan sebagai paduan antara fungsi transit dan manusia, kegiatan, bangunan dan ruang publik yang akan mengoptimalkan akses terhadap transportasi publik, sehingga dapat menunjang daya angkut penumpang. B




