Kemenparekraf Targetkan 3,6 juta Wisman pada Tahun 2022

0
18
Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno. (Istimewa)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menargetkan jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) sebesar 1,8 juta orang sampai dengan 3,6 juta orang pada tahun 2022.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyatakan, angka tersebut difokuskan untuk dicapai dengan mengusung konsep pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan di tengah situasi pandemi Covid-19.

“Pada tahun 2020 jumlah wisman ke Indonesia mencapai angka 4,05 juta orang dan menurun di tahun 2021 hanya sebanyak 1,5 juta orang,” ujarnya saat Jumpa Pers Akhir Tahun 2021 di Balairung Soesilo Soedarman, Gedung Sapta Pesona, Jakarta, Senin (27/12/2022).

Menurutnya, di tahun depan Kemenparekraf akan memfokuskan target di angka 1,8 juta sampai 3,6 juta wisman.

“Jumlah wisman ini dulu menjadi jumlah yang selalu kita kejar dari segi angka, tapi kali kita fokuskan di pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Baca juga :   Gampong Nusa Bangkit Dengan Pariwisata

Sandiaga menuturkan, wisatawan nusantara (wisnus) ini yang menjadi andalan dengan target 260-280 juta pergerakan dan nilai tambah ekonomi kreatif mencapai Rp1.236 triliun.

Saat kegiatan Jumpa Pers Akhir Tahun 2021, Menparekraf didampingi jajaran Deputi dan Direktur di lingkungan Kemenparekraf, baik yang hadir secara offline maupun online.

Sementara itu, Deputi Bidang Kebijakan Strategis Kemenparekraf/Baparekraf Kurleni Ukar mengatakan, terkait target wisman yang kecil, meskipun di tahun 2022 terdapat berbagai macam kegiatan atau event internasional yang ada di Tanah Air.

“Kita sepakat dengan BAPPENAS untuk tidak memasang target yang tinggi. Namun, kita mengharapkan dengan adanya event-event internasional akan meningkatkan devisa bagi negara,” katanya.

Menurut Kurleni, kebijakan pembukaan border ini masih menjadi kendala, kemudian masalah terkait aksesibilitas dan kemudahan untuk masuk ke Indonesia.

Dia menambahkan, terkait potensi market atau originasi yang memungkinkan untuk datang ke Tanah Air. Bali, lanjut Kurleni, masih menjadi destinasi kegemaran bagi wisman asal Australia, kemudian ada wisman asal India, serta Jepang yang kini sudah ada akses langsung dari negeri Sakura ini.

Baca juga :   Dorong Percepatan Digitalisasi SDM Parekraf untuk Pulihkan Ekonomi

“Untuk Batam dan Bintan, wisatawan asal Malaysia dan Singapura masih menjadi target utama,” ungkapnya.

Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf/Baparekraf Nia Niscaya menuturkan bahwa originasi wisman yang disasar Indonesia sangat dinamis, lantaran sesuai koordinasi dengan Kementerian Kesehatan yang harus mempertimbangankan kasus Covid-19 di negara yang disasar.

“Dinamis sekali untuk originasi wisatawan dan juga returning home policy-nya, karena kalau returning home policy berbelit-belit, itu yang membuat wisatawan malas untuk meninggalkan negaranya,” tuturnya.

Kedua, lanjut Nia, Indonesia masih menjadi top of mind bagi wisatawan yang ingin berwisata ke tanah air. Hal itu dapat dilihat dari search volume wisatawan di mesin pencarian. B

 

 


LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here