Kemenparekraf Rencanakan Pengembangan Desa Wisata Sani-Sani

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu. (Istimewa)
Bagikan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) melakukan peninjauan daya tarik wisata unggulan di Kabupaten Kolaka, Sulawesi Tenggara, Desa Wisata Sani-Sani, sekaligus melihat rencana pengembangan yang dilakukan.

Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Infrastruktur Kemenparekraf/Baparekraf Vinsensius Jemadu mengatakan, peninjauan ini sejalan dengan arahan Menparekraf Sandiaga Salahuddin Uno untuk melaksanakan strategi inovasi, adaptasi, dan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Kolaka pada awal Juni 2021.

“Tiga quick win yang dicanangkan oleh Menparekraf Sandiaga Uno di antaranya pengembangan desa wisata yang aman COVID-19. Desa wisata akan menjadi salah satu daya tahan pariwisata nasional, Desa Sani-Sani Kolaka bisa menjadi contoh bertahannya Desa Wisata di era pandemi,” ujar Vinsensius Jemadu dalam keterangan tertulisnya, Jumat (18/6/2021).

Peninjauan Desa Wisata Sani-Sani dilakukan pada 16 Juni 2021 dan dipimpin oleh Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf/Baparekraf Wawan Gunawan.

Diawali dengan meninjau Puncak Indah Kapu Desa Sani Sani yang berjarak kurang lebih 28 km dengan waktu tempuh sekitar 45 menit dari pusat kota Kolaka.

Baca juga :   Bandara Internasional Yogyakarta Adakan Program Discover YIA

Pada lokasi ini wisatawan dapat melihat atraksi yang menyajikan pemandangan Kolaka dari atas, hamparan laut, gugusan pulau, dan perkebunan cengkeh, serta lada.

Wawan Gunawan memberikan apresiasi kepada pemerintah desa dan Pokdarwis Desa Wisata Sani-Sani atas komitmen mereka dalam mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif, sehingga masyarakat bisa merasakan dampak positif dari pariwisata didukung dengan keunikan potensi pariwisata yang luar biasa besar.

“Potensi wisata di Desa Sani-Sani sangat luar biasa. Saya benar-benar merasakannya. Desa ini sangat layak dipromosikan secara masif. Protokol CHSE pun sudah diterapkan dengan sangat baik,” jelas Wawan Gunawan.

Ssaat peninjauan Direktur Pengembangan Destinasi II Kemenparekraf didampingi oleh Ketua DPRD Kabupaten Kolaka, Kepala Bappeda Kabupaten Kolaka, Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Kolaka, Istri Bupati Kolaka/Ketua PKK Kabupaten Kolaka, dan Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara.

Selain itu, turut serta Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka, Perangkat OPD/SKPD Kabupaten Kolaka, serta Perangkat Desa Sani Sani, dan Ketua Pokdarwis.

Wawan Gunawan mendorong agar pemerintah desa bersama pokdarwis dapat meningkatkan fasilitas dan sarana serta infrastruktur pendukung, seperti peningkatan atraksi wisata budaya dan buatan.

Baca juga :   Kunjungan Wisman Pada Juni 2022 Tumbuh Hampir 2.000%

Selain itu, juga pendampingan mewujudkan Desa Wisata yang berkualitas terkait amenitas seperti toilet, dan sarana lainnya. Dalam atraksi meningkatkan kearifan lokal pada setiap unsur atraksi wisata juga memperkuat narasi story telling.

Untuk meningkatkan kualitas sinyal internet, Wawan Gunawan mendorong Dinas Pariwisata Kabupaten Kolaka dan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tenggara segera bersurat kepada Kemenparekraf untuk diteruskan ke Kementerian Komunikasi dan Informatika untuk ditindaklanjuti.

“Pariwisata semakin dilestarikan semakin menyejahterakan. Melakukan inovasi, yang tidak menarik menjadi menarik. Kolaboraksi program antara Kemenparekraf dengan Pemda Kabupaten Kolaka, khususnya dengan Desa Wisata Sani Sani,” tuturnya.

Kepala Desa Sani-Sani Alias Mujur, menyambut baik dan mengapresiasi kehadiran Kemenparekraf dalam mendorong peningkatan kualitas Desa Wisata Sani-Sani.

Menurutnya, Desa Sani-Sani sudah lama menjadi desa wisata dengan memanfaatkan semua potensi yang ada sebagai daya tarik seperti pantai, tambak, sawah, dan perkebunan. B

Komentar

Bagikan