Kemenparekraf-Privy Perkuat Amenitas Bandara Ngurah Rai Bali

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno berkolaborasi dengan PT. Privy Identitas Digital secara simbolis memberikan bantuan 100 kursi tunggu kepada pihak Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Handy Heryudhitiawan selaku General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali (12/8/2022). (dok. kemenparekraf.go.id)
Bagikan

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) berkolaborasi dengan PT Privy Identitas Digital memperkuat amenitas (sarana) Bandar Udara Internasional Ngurah Rai.

Kolaborasi tersebut berupa bantuan 100 kursi tunggu yang diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan wisatawan sehingga akan berdampak maksimal pada upaya mendukung kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif dan terciptanya lapangan kerja di Bali.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengapresiasi gerak cepat pemangku kepentingan pariwisata dalam menyikapi kebutuhan wisatawan, khususnya dalam upaya menjaga momentum kebangkitan ekonomi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Alhamdulillah hari ini 100 seats sudah dihadirkan untuk membantu kenyamanan wisatawan,” ujarnya saat acara penyerahan bantuan amenitas yang berlangsung di ruang keberangkatan Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali, Jumat (12/8/2022).

Momentum kebangkitan pariwisata dan ekonomi kreatif di Bali sudah mulai terindikasi berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat ekonomi Bali pada kuartal II tahun ini tumbuh 3,04%.

Sektor transportasi, akomodasi, dan minuman menjadi lokomotif dalam pertumbuhan tersebut.

“Saya bersyukur pariwisata dan ekonomi kreatif sudah menggeliat tapi kita harus jaga kesehatan ekosistem parekraf kita. Saya memberi perhatian sangat besar terhadap revenge travel ini jangan sampai seperti Bandara Heathrow, Inggris yang kelasnya dunia kewalahan meng-handle kedatangan wisatawan,” katanya.

Baca juga :   Pembangunan Borobudur Highland Harus Dipercepat

Selain itu, kesiapan sumber daya manusia juga harus dapat dijaga agar target penciptaan sekitar 1,1 juta lapangan kerja baru di tahun 2022 dan sebanyak 4,4 juta lapangan kerja di tahun 2024 dapat terwujud.

“Sumber daya manusia pariwisata dan ekonomi kreatif harus segera kita siapkan untuk menjaga momentum pariwisata Bali di tahun 2022 semakin baik. Termasuk menghadirkan langkah kolaboratif menyambut berbagai event dunia termasuk G20 di November 2022,” jelas Sandiaga.

Sementara itu, Direktur Utama PT Privy Identitas Digital Marshall Pribadi, merasa bangga, karena bisa memberikan kontribusi terhadap pengembangan industri pariwisata tanah air.

“Satu kehormatan bagi kami untuk sedikit berkontribusi dalam memberikan sejumlah kursi tunggu untuk Bandara I Gusti Ngurah Rai,” ungkapnya.

Marshall berharap kolaborasi ini dapat berkembang ke depannya khususnya dalam mengembangkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

Privy sebagai perusahaan yang menghadirkan layanan identitas digital dan tanda tangan digital sejak tahun 2016 berkomitmen terus mendukung, terutama dalam mengoptimalkan digitalisasi di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.

“Hingga saat ini user dari Privy sudah mencapai 30 juta individu. Dengan digitalisasi diharapkan dapat mendukung percepatan ecotourism di tanah air,” tuturnya.

General Manager Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai Handy Heryudhitiawan menyampaikan apresiasi atas dukungan penguatan fasilitas dari Kemenparekraf dan Privy yang akan meningkatkan kenyamanan bagi wisatawan di Bandara I Gusti Ngurah Rai.

Baca juga :   Yogyakarta International Airport Perkuat Sistem Mitigasi dan Evakuasi

Dia menjelaskan, hingga saat ini jumlah penumpang di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai terus meningkat, bahkan saat ini meski masuk low season, jumlah penumpang bisa mencapai 22.000 hingga 23.000 per hari.

Terlebih banyak maskapai dari luar negeri yang berencana menambah frekuensi atau membuka kembali penerbangannya ke Bali, seperti China Airlines yang rencananya akan masuk pada September 2022.

“Artinya, memang perlu kerja sama kolaborasi di antara kita semua untuk memastikan pariwisata di Bali sudah mulai tumbuh dan ini perlu kita dorong kembali. Kursi-kursi itu akan ditempatkan di berbagai areal bandara agar bisa dimanfaatkan secara maksimal,” kata Handhy.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Staf Khusus Bidang Pengamanan Destinasi Wisata dan Isu-Isu Strategis Ario Prawiseso, Deputi Bidang Industri dan Investasi Kemenparekraf/Baparekraf Henky Manurung, dan Direktur Manajemen Industri Kemenparekraf/Baparekraf Anggara Hayun Anujuprana.

Selain itu, hadir Kepala Biro Komunikasi Kemenparekraf/Baparekraf I Gusti Ayu Dewi Hendriyani, Wakil Direktur 2 Politeknik Pariwisata Bali I Wayan Tuwi, serta Kepala Bidang Pemasaran Pariwisata Dinas Pariwisata Provinsi Bali Dayu Indah. I

Komentar

Bagikan