Kemenparekraf Perkuat Kerja Sama Pariwisata dengan Kementerian Pariwisata Arab Saudi

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno dan Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Al Khatieb saat kunjungan kerja ke Arab Saudi, Rabu (30/11/2022). (dok. kemenparekraf)

Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menjalin kerja sama dengan Kementerian Pariwisata Kerajaan Arab Saudi untuk memperkuat kemitraan pada sektor pariwisata, sehingga berdampak besar bagi masyarakat, khususnya dalam mendorong kebangkitan ekonomi dan terbukanya lapangan kerja.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan MoU (Nota Kesepahaman) yang dilakukan oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno dengan Menteri Pariwisata Kerajaan Arab Saudi Ahmed Al Khatieb di sela-sela kunjungan kerja Menparekraf Sandiaga Uno ke Arab Saudi, Rabu (30/11/2022).

Menurut Menparekraf Sandiaga, ruang lingkup nota kesepahaman ini mencakup beberapa hal di antaranya tentang pertukaran data, pertukaran best practice dan joint promotion antara kedua negara.

Baca juga :   Pengoperasian Stasiun Matraman Semakin Tingkatkan Pelayanan KRL Jabodetabek

“Juga kerja sama tentang investasi, publikasi juga akan fokus kepada pendidikan dan pelatihan serta penelitian di bidang pariwisata, serta kerja sama yang komprehensif pada forum-forum internasional dan organisasi,” ujar Sandiaga dalam keterangannya, Kamis (1/12/2022).

Dari beberapa ruang lingkup kerja sama, rencana promosi bersama serta langkah-langkah untuk mempermudah kunjungan wisatawan akan menjadi fokus utama.

Hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan jumlah kunjungan wisatawan dari Arab Saudi ke Indonesia menuju angka yang lebih besar dari kunjungan wisatawan Arab Saudi di saat sebelum pandemi.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), tingkat kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) Arab Saudi pada tahun 2019 sebanyak 157.512 orang dengan rata-rata pengeluaran sebesar US$2.277 per wisman per kunjungan.

Baca juga :   Produk Ekraf Makin Banyak Digunakan Selama Haji dan Umrah

“Berdasarkan data, wisatawan dari Arab Saudi menyukai pantai, pegunungan dan wisata keluarga. Ini menarik, karena Arab Saudi telah mendeklarasikan bahwa pariwisata yang berkelanjutan menjadi fokus mereka dan Indonesia tentunya menjadi salah satu acuan dalam pariwisata yang berkualitas dan berkelanjutan,” jelasnya.

Lebih lanjut Sandiaga berharap, MoU ini akan mengakselerasi rencana investasi pemerintah Arab Saudi di Indonesia, khususnya di bidang infrastruktur pariwisata.

“Penandatanganan ini juga bersejarah karena merupakan tindak lanjut pertama usai G20, dimana kita akan mengharapkan investasi Pemerintah Arab Saudi, khususnya di bidang infrastruktur pariwisata,” ungkapnya.

Salah satu yang sempat dibicarakan adalah kereta gantung yang rencananya akan ditempatkan di beberapa destinasi pariwisata unggulan seperti Puncak dan lain sebagainya. B

 

Komentar