Kemenpar – Astindo Perkuat Daya Saing Wisata Belitung

Wisatawan tengah menikmati keindahan destinasi wisata unggulan di Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. (dok. kemenpar)
Bagikan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) bersama Asosiasi Travel Agent Indonesia (Astindo) memperkuat daya saing Belitung sebagai destinasi unggulan Indonesia melalui penyelenggaraan Familiarization Trip (Famtrip).

Kegiatan ini sekaligus memanfaatkan peluang yang hadir melalui pembukaan penerbangan langsung Singapura – Belitung oleh Scoot Airlines.

Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Ni Made Ayu Marthini menyampaikan apresiasi atas inisiatif Astindo yang turut mendukung upaya peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia.

“Kami mengapresiasi langkah Astindo yang secara aktif mempromosikan destinasi Indonesia melalui kegiatan Famtrip dan kolaborasi bersama berbagai pemangku kepentingan,” katanya.

Famtrip ke Belitung menghadirkan pelaku industri perjalanan dan pariwisata untuk melihat secara langsung potensi Belitung sebagai destinasi wisata dan Meetings, Incentives, Conferences and Exhibitions (MICE).

Destinasi ini memiliki keunggulan pada kekayaan alam, budaya dan beragam pengalaman wisata berbasis komunitas yang menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan.

Selama kegiatan berlangsung, para peserta diajak mengeksplorasi berbagai daya tarik unggulan Belitung, mulai dari pantai dan gugusan pulau ikonik, wisata budaya dan kuliner hingga fasilitas pendukung yang berpotensi menjadi lokasi penyelenggaraan kegiatan MICE berskala nasional maupun internasional.

Melalui kegiatan ini, diharapkan pemahaman dan pengenalan terhadap Belitung di pasar internasional semakin luas.

Selain itu, Famtrip juga diharapkan mendorong lahirnya berbagai paket wisata yang inovatif dan kompetitif untuk menarik minat wisman.

Made Ayu menilai, kehadiran penerbangan langsung Scoot Airlines rute Singapura – Belitung menjadi momentum penting dalam memperkuat aksesibilitas destinasi.

Menurutnya, konektivitas udara merupakan salah satu faktor utama dalam mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Dengan semakin terbukanya akses menuju Belitung, peluang peningkatan kunjungan wisatawan internasional akan semakin besar.

Kondisi tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif bagi perekonomian daerah melalui penciptaan lapangan kerja, peningkatan aktivitas usaha masyarakat dan berkembangnya berbagai sektor pendukung pariwisata.

Dia menegaskan, pengembangan destinasi tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, industri dan berbagai pemangku kepentingan.

“Kementerian Pariwisata terus mendorong kolaborasi antara pemerintah, industri penerbangan, asosiasi pariwisata dan pelaku usaha untuk menghadirkan aksesibilitas yang lebih baik sekaligus memperkuat daya saing destinasi Indonesia di pasar global. Belitung memiliki potensi besar untuk berkembang sebagai destinasi wisata maupun MICE berkelas internasional,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua DPP Astindo Pauline Suharno menjelaskan, pembukaan rute langsung Singapura – Belitung merupakan langkah strategis untuk memperkuat konektivitas internasional, sekaligus memperluas akses wisman menuju destinasi unggulan Indonesia.

Menurutnya, kemudahan akses menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik dan daya saing sebuah destinasi di tengah persaingan industri pariwisata global yang semakin dinamis.

“Konektivitas yang semakin baik akan memperkuat posisi Belitung sebagai destinasi wisata dan MICE yang kompetitif di kawasan regional,” ungap Pauline.

Kolaborasi antara Kemenpar, Astindo, industri penerbangan dan para pelaku usaha diharapkan dapat memperluas jangkauan promosi Belitung di pasar internasional, serta mendukung pengembangan pariwisata yang berkualitas, inklusif dan berkelanjutan.

Dengan kekayaan alam, budaya dan dukungan aksesibilitas yang semakin baik, Belitung memiliki peluang besar untuk berkembang sebagai salah satu destinasi unggulan Indonesia yang mampu bersaing di tingkat global. B

 

 

Komentar

Bagikan