Kemenpar Koordinasi dengan Kemenlu usai Korsel Terbitkan Travel Warning ke Bali

Wisatawan mancanegara (wisman) di Bali. (dok. kemenpar)
Bagikan

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyatakan akan berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), menyusul penerbitan travel warning dari Pemerintah Korea Selatan (Korsel) mengenai keamanan wisata di Pulau Bali.

Travel warning (peringatan perjalanan) adalah imbauan atau larangan resmi dari pemerintah suatu negara kepada warganya untuk tidak berkunjung ke negara tertentu karena situasi berbahaya yang mengancam keselamatan.

Peringatan tersebut sering dipicu oleh kerusuhan, terorisme, bencana alam, wabah penyakit, ketegangan politik atau kondisi keamanan daerah setempat.

Sebelumnya, Kedutaan Besar Korea Selatan di Indonesia menerbitkan imbauan pada 1 April 2026 setelah muncul kasus kejahatan serius yang menargetkan warga negara asing di sejumlah destinasi wisata di Bali.

Beberapa lokasi populer di Pulau Bali yang disoroti di antaranya Jimbaran, Seminyak hingga Canggu.

Dalam peringatannya, Pemerintah Korsel meminta warganya untuk meningkatkan kewaspadaan selama berkunjung ke Bali.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Menteri Pariwisata Ni Luh Puspa menegaskan pihaknya terus melakukan koordinasi dengan Kemenlu, sebagai leading sector dalam hubungan diplomatik.

“Kami akan terus berkoordinasi dengan Kemlu. Pendekatan diplomatik juga terus dilakukan, karena memang Kemlu yang menjadi leading sector untuk hubungan dengan luar negeri,” jelasnya di Jakarta.

Ni Luh menjelaskan, meski adanya travel warning, data kunjungan wisatawan asal Korea Selatan ke Indonesia, khususnya Bali masih menunjukkan tren positif.

Dia menegaskan bahwa Korea Selatan merupakan salah satu pasar wisatawan penting bagi Indonesia, bahkan masuk dalam daftar 10 besar negara penyumbang wisatawan mancanegara.

“Sampai saat ini kami lihat dari data kunjungan masih terus terjadi dari Korea Selatan ke Indonesia. Korea Selatan ini masih menjadi bagian dari top 10 kedatangan wisatawan ke Indonesia. Kita harapkan bisa terus diperkuat dan dijaga,” tuturnya.

Dia mengatakan, pemerintah akan terus memantau perkembangan situasi dan mengikuti arahan dari Kemenlu terkait dengan langkah – langkah lanjutan yang perlu diambil. “Kalau ada arahan dari Kemlu tentu akan kita perhatikan terus.”

Pemerintah Indonesia pun diharapkan dapat menjaga keamanan dan kenyamanan wisatawan guna mempertahankan kepercayaan pasar internasional. B

Komentar

Bagikan