Kemenhub Pastikan Tak Ada Kenaikan Tarif KRL Jabodetabek hingga Akhir Tahun

KAI Commuterline mengoperasikan 1.081 perjalanan Kereta Rel Listrik (KRL). (dok. krl.co.id)

Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan tarif Kereta Rel Listrik (KRL) untuk relasi Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi (Jabodetabek) tidak akan mengalami peningkatan sampai akhir tahun 2022.

Pelaksana tugas Direktur Jenderal Perkeretaapian Kemenhub Risal Wasal menyatakan, kementerian masih akan mengkaji ulang besaran tarif agar tidak memberatkan masyarakat, tapi di sisi lain juga tak terlampau menjadi beban bagi Anggaran Pembangunan dan Belanja Negara (APBN).

“Semoga tahun depan akan ada kabar baik mengenai tarif KRL ini,” ujarnya dalam keterangannya, Selasa (13/12/2022).

Risal mengimbau masyarakat agar tidak perlu khawatir mengenai isu kenaikan tarif KRL, karena Kemenhub akan memperhatikan kemampuan dan kemauan masyarakat untuk membayar tarif KRL.

Baca juga :   Sosialisasi Atur Penyelenggaraan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor

Selain itu, Kemenhub bakal menimbang beban operasional KRL dan kebutuhan subsidi Public Service Obligation (PSO) yang akan dianggarkan.

“Peningkatan tarif operasional KRL Jabodetabek selalu dan pasti terjadi setiap tahunnya, sehingga membuat beban PSO terus meningkat untuk menstabilkan tarif KRL ini,” jelasnya.

Namun, Risal tak menampik jika saat ini terjadi kenaikan biaya operasional akibat meningkatnya inflasi.

Kondisi ini membuat subsidi PSO terus bertambah dan menjadi kontraproduktif dengan upaya pembangunan yang masih terus berlangsung.

Menurut Risal, besaran anggaran yang dialokasikan akan lebih produktif jika disalurkan untuk pembangunan prasarana dan peningkatan pelayanan perkeretaapian di seluruh Indonesia. “Namun, tarif KRL tak pernah naik sejak 2015.”

Baca juga :   KAI Perluas Sertifikasi ISO 37001:2016 Sistem Manajemen Anti Penyuapan

Risal menuturkan bahwa tarif KRL saat ini adalah hasil hitung-hitungan pada tahun 2015 dan tentu sudah tidak relevan dengan hitungan sekarang.

Namun demikian, lanjutnya, pemerintah memahami bahwa ekonomi masyarakat sangat terdampak dengan adanya pandemi.

“Jadi, kajian lebih lanjut masih kami lakukan untuk menimbang kenaikan tarif KRL,” ungkap Risal. B

 

 

 

Komentar