KCIC Lanjutkan Alih Pengetahuan Teknologi Kereta Cepat

Kartu langganan Kereta Cepat Whoosh atau Frequent Whoosher Card (FWC). (dok. kcic.co.id)
Bagikan

PT Ketera Cepat Indonesia China (KCIC) memulai HSR Training Batch V Tahap 1 sebagai bagian dari kelanjutan penguatan kemandirian Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam pengelolaan operasional dan perawatan Whoosh.

Program ini menjadi fase lanjutan seiring progres serah terima SDM indonesia untuk pengoperasian serta perawatan sarana dan prasarana Whoosh yang telah mencapai 80%.

Sebanyak 102 peserta mengikuti pelatihan yang dilaksanakan di Politeknik Perkeretaapian Indonesia selama sekitar tiga hingga lima bulan, yang meliputi Diksarwira, pelatihan dasar kereta api cepat, serta pembelajaran teori dan praktik.

Para peserta dipersiapkan untuk menjalankan tugas perawatan sarana dan prasarana Whoosh, dengan fokus pada dua bidang, yaitu Tenaga Pemeriksa Sarana dan Tenaga Pemeriksa Jalan Rel.

Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta akan melanjutkan ke tahap sertifikasi oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sesuai standar yang berlaku.

Program ini didampingi oleh tenaga profesional berpengalaman guna memastikan kualitas pembelajaran berstandar internasional.

Sebelumnya sudah ada 652 SDM Indonesia yang telah melalui transfer knowledge dan menjalani proses serah terima pekerjaan dari tenaga ahli Tiongkok, yang terdiri dari Fixed Assets (prasarana) sebanyak 350 orang, Operation sebanyak 222 orang, dan perawatan sarana sebanyak 80 orang.

Jumlah tersebut termasuk masinis dan mekanik sarana yang bertugas di Kereta Cepat Whoosh yang saat ini sudah dilakukan sepenuhnya oleh SDM Indonesia.

Proses alih pekerjaan untuk pengoperasian dan perawatan yang telah mencapai 80% menunjukkan proses transfer knowledge teknologi High Speed Railway (HSR) berjalan efektif dan terukur.

Capaian ini menunjukkan bahwa operasional Whoosh semakin didukung oleh SDM lokal yang kompeten, sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap tenaga asing.

Melalui program pelatihan yang berkelanjutan, KCIC optimistis penguasaan teknologi kereta cepat oleh SDM nasional akan semakin kuat, sehingga ke depan operasional dan perawatan Sarana Prasarana Whoosh dapat sepenuhnya dikelola secara mandiri.

Mengenai operasional, SDM indonesia yang sudah menjalani pelatihan akan bertugas sebagai masinis dan petugas pusat kendali operasi (OCC) yang mengatur perjalanan kereta secara realtime.

Pada sisi perawatan sarana, personel menjaga keandalan rangkaian kereta agar tetap optimal untuk operasional harian.

Sementara itu, pada perawatan prasarana, SDM memastikan kesiapan jalur, jembatan, terowongan, sistem kelistrikan, persinyalan dan komunikasi agar perjalanan berlangsung aman, stabil, serta tepat waktu.

Program pelatihan ini merupakan bagian dari rangkaian pengembangan SDM yang dilakukan secara berkelanjutan sejak awal proyek.

Peserta pelatihan merupakan bagian dari SDM Indonesia yang dipersiapkan sebagai generasi pengelola teknologi kereta cepat di masa depan.

KCIC akan terus melanjutkan program pengembangan SDM guna mendukung kemandirian penuh operasional dan perawatan Whoosh, serta mendorong Indonesia sejajar dengan negara maju dalam penguasaan teknologi transportasi modern. B

 

 

Komentar

Bagikan