Kampus Kemenhub Jalin Kerja Sama dengan Pelni

Kerja sama potensial Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSDMPL) dalam pengembangan sumber daya manusia pelaut dengan PT Pelni. (dok. bpsdmperhubungan)

Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) melalui Pusat Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan Laut (PPSDMPL) menjalin kerja sama potensial dalam pengembangan sumber daya manusia pelaut dengan PT Pelni.

Kerja sama tersebut dituangkan dalam dokumen Memorandum of Understanding (MoU) yang ditandatangani oleh Ketua Sekolah Tinggi dan para Direktur Politeknik matra laut di lingkungan BPSDMP dengan Direktur SDM dan Umum PT Pelni Rainoc bertempat di Kapal KM Kelud yang bersandar di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara pada Jumat (19/5/2023).

Kepala PPSDMPL Ahmad menyatakan, Indonesia memiliki potensi yang sangat besar dalam sumber daya maritim, maka lembaga pendidikan dan pelatihan harus mampu menciptakan pelaut unggul, adaptif dan berdaya saing tinggi melalui strategi bekerja sama dengan industri.

“Salah satu tantangan yang dihadapi lembaga pendidikan saat ini adalah terkait kesesuaian kompetensi SDM pelaut yang dihasilkan dengan kebutuhan di dunia usaha,” ujarnya.

Hal ini, lanjut Ahmad, dapat dijawab dengan adanya komunikasi dan koordinasi antara lembaga pendidikan dengan pihak industri yang akan menggunakan SDM pelaut tersebut.

Baca juga :   Diklat Madatukar Tumbuhkan Karakter "Centil" dan Tanamkan Nilai "Prestasi"

Dia menambahkan, sesuai dengan arahan Kepala BPSDM Perhubungan yang terus mendorong seluruh kampus di lingkungan BPSDM Perhubungan agar kreatif mencari peluang pengembangan kualitas pendidikan dan pelatihan guna menghasilkan SDM pelaut kompeten dan berdaya saing.

Tidak hanya itu, lanjut Ahmad, Sekolah Tinggi dan Politeknik di lingkungan Badan Pengembangan SDM Perhubungan Laut telah mengimplementasikan standar pendidikan dan pelatihan kepelautan sesuai dengan standar internasional yang tertuang dalam Standard of Training Certification and Watchkeeping (STCW), serta terus mengikuti adanya perkembangan teknologi maritim terkini.

“Seiring dengan perkembangan teknologi maritim, salah satunya Autonomous Surface Ships and Big Data Analysis para pelaut perlu untuk terus meningkatkan kompetensi dan kemampuan agar mampu menghadapi perubahan serta memiliki daya saing tinggi,” jelasnya.

Ruang lingkup kerja sama akan memberikan kesempatan bagi para Taruna/i Sekolah Tinggi dan Politeknik di lingkungan BPSDMP untuk melaksanakan praktik laut dan praktek darat, penyediaan akses untuk jaringan alumni, pemanfaatan fasilitas pengembangan karir yang dimiliki untuk peningkatan kualitas pelaut sesuai dengan kebutuhan industri maritim, serta memberikan prioritas kepada para pegawai dan calon pegawai dalam pengambilan pendidikan, pelatihan, maupun sertifikat pelaut.

Baca juga :   Direksi Angkasa Pura II Dapat Pembekalan Cegah Korupsi

Lembaga pendidikan di lingkungan Pusat Pengembangan SDM Laut yang berpartisipasi dalam kerja sama ini, yakni Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Jakarta, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Semarang, Politeknik Ilmu Pelayaran (PIP) Makassar, Politeknik Pelayaran Surabaya, dan Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh.

Selain itu, Politeknik Pelayaran Sorong, Politeknik Pelayaran Sulawesi Utara, Politeknik Pelayaran Banten, Politeknik Pelayaran Barombong, Politeknik Pelayaran Sumatera Barat, Balai Besar Pendidikan, Penyegaran, dan Peningkatan Ilmu Pelayaran (BP3IP) Jakarta, dan satu politeknik dari matra darat, yaitu Politeknik Transportasi Sungai, Danau, dan Penyerberangan Palembang. B

 

Komentar