KAI Resmikan Teras UMK di Stasiun Bandung

Kepala Dinas KUKM Bandung Atet Dedi didampingi Direktur Utama PT KAI (Persero) Didiek Hartantyo melakukan pengguntingan pita sebagai tanda dibukanya Teras UMK di Stasiun Bandung, Kamis (10/11/2022). (dok. kai.id)
Bagikan

PT Kereta Api Indonesia (KAI) meresmikan Teras UMK (Usaha Mikro dan Kecil) di Stasiun Bandung, Jawa Barat pada Kamis (10/11/2022).

Teras UMK di Stasiun Bandung ini adalah Program Pendayagunaan UMK Mitra KAI yang pertama dibuka di lingkungan area bisnis KAI.

Tujuannya adalah sebagai sarana UMK binaan KAI untuk menjajakan produknya bagi masyarakat, khususnya pelanggan kereta api.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo mengatakan, meskipun menghadapi tantangan yang luar biasa akibat pandemi selama dua tahun, KAI dengan semangat tinggi terus membangun kolaborasi dalam rangka membangun kemanfaatan kepada lingkungan.

“Hadirnya Teras UMK ini juga merupakan dukungan KAI terhadap program Kementerian BUMN dalam rangka membangun konektivitas dan kesinambungan antara BUMN dengan masyarakat setempat,” ujarnya.

Jadi, Didiek menambahkan, ada suatu komunikasi yang saling menunjang dan mendukung, KAI sudah melakukan program-program TJSL di bidang pendayagunaan UMK, sehingga di setiap wilayah kerja KAI ada TJSL ataupun mitra-mitra binaan yang terus dikembangkan.

Baca juga :   Pemberlakuan Tarif Baru Ojol Diundur Untuk Tambah Waktu Sosialisasi

Teras UMK di Stasiun Bandung terletak di sisi Selatan stasiun. Berbagai produk dengan kualitas terbaik dapat dibeli di Teras UMK, seperti makanan, minuman, fesyen dan kerajinan yang seluruhnya merupakan produk UMK.

Sebanyak 24 UMK binaan KAI libatkan untuk mengisi etalase Teras UMK. Pelanggan dapat melakukan transaksi pembelian melalui uang tunai, kartu debit, kartu kredit, ataupun menggunakan QRIS.

Tak hanya di Stasiun Bandung, ke depan KAI akan menyediakan Teras UMK di stasiun-stasiun lainnya dan akan menjadi program strategis KAI yang sustainable.

“Ini sesuai dengan ketentuan pemerintah dalam hal penyediaan kuota bagi UMKM pada infrastruktur publik,” jelas Didiek.

Sampai dengan tahun 2022 ini, KAI telah menyalurkan dana Rp25,9 miliar bagi 2.692 UMK binaannya.

Baca juga :   Pelanggan KA Jarak Jauh Wajib Vaksin Booster Mulai 30 Agustus 2022

UMK tersebut meliputi sektor Industri, jasa, perdagangan, perikanan, pertanian, peternakan dan lainnya.

Selain memberikan pembiayaan modal usaha, KAI juga memfasilitasi pelatihan dan sertifikasi bagi UMK binaannya.

KAI juga mengikutkan UMK binaannya dalam berbagai pameran untuk meningkatkan daya saing produk lokal.

“Harapannya, Teras UMK yang menjadi etalase para UMK binaan KAI untuk para pengunjung stasiun atau pelanggan KAI ini dapat terus berkembang,” tutur Didiek.

KAI akan terus membangun kerja sama dengan para pelaku UMK untuk dapat memberikan manfaat dan mengembangkan usahanya dengan baik. B

Komentar

Bagikan