KAI Commuter mengoperasikan alur (flow) pengguna yang akan masuk ke area Peron 2, 3, 4 dan Peron 5 Stasiun Bogor, dengan membuka akses flow pengguna yang baru di ujung Peron Jalur 5.
Mulai Jumat (26/6/2026), akses flow penumpang yang baru untuk keluar masuk dari sisi Barat dioperasikan.
Vice President Corporate Secretary KAI Commuter Karina Amanda mengatakan, pengoperasian akses flow baru ini dilakukan, karena akses flow sementara yang saat ini sebagai akses pengguna menuju Peron Jalur 2, 3, 4 dan Peron Jalur 5 akan dilakukan pekerjaan lanjutan.
“Ini pun, tidak lepas dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keselamatan dan kenyamanan pengguna Commuter Line,” ujarnya.
Akses flow sementara ini akan ditutup untuk proses lanjutan pekerjaan dan pengguna yang akan keluar masuk Stasiun Bogor melalui sisi Barat stasiun.
“Mengenai akses menuju Jalur 2 sampai dengan Jalur 5 kini telah beralih menggunakan akses permanen baru yang lebih luas. Tak hanya itu, akses itu juga dilengkapi dengan fasilitas kanopi untuk melindungi pengguna dari cuaca panas maupun hujan,” tutur Karina.
Dengan dioperasikannya fasilitas baru ini, dia menambahkan, akses flow sementara yang digunakan saat ini ditutup.
Pengoperasian akses flow pengguna di hall yang baru ini dirancang untuk mengurai kepadatan di titik – titik krusial stasiun pada jam – jam sibuk, terutama pada akses flow sementara yang saat ini digunakan.
Saat ini, proses pekerjaan perpanjangan Peron Jalur 6, 7 dan Peron Jalur 8 Stasiun Bogor terus dikejar untuk penyelesaiannya.
Menurut Karina, direncanakan pertengahan Juli 2026 sudah selesai semua dan sebelumnya juga sudah dilakukan uji coba, pemeriksaan keamanan, keselamatan, serta kelayakan secara menyeluruh.
“Kami terus berkomitmen meningkatkan infrastruktur penunjang di stasiun – stasiun padat penumpang, seperti Stasiun Bogor. Melalui pengoperasian hall baru dan akses permanen ini, kami berharap pergerakan pengguna dari, serta menuju peron menjadi lebih efisien, aman dan nyaman,” jelasnya.
KAI Commuter memohon maaf yang sebesar – besarnya atas tidaknyamanan yang ditimbulkan kepada seluruh pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor selama proses pembangunan.
“Kami juga mengimbau seluruh pengguna Commuter Line di Stasiun Bogor untuk senantiasa memperhatikan papan penunjuk arah (signage) yang baru dipasang, mengikuti arahan dari petugas di lapangan dan selalu mengutamakan keselamatan dengan tidak terburu – buru saat melintasi area hall dan peron stasiun,” tutur Karina. B




