PT MRT Jakarta dan Visa Resmikan Hak Penamaan Stasiun Blok A Visa

Peresmian nama baru Stasiun Blok A Visa di Jakarta. (dok. jakartamrt)
Bagikan

PT MRT Jakarta (Perseroda) dan Visa meresmikan hak penamaan Stasiun Blok A Visa, Jakarta.

Peresmian hak penamaan ini melengkapi kerja sama antara kedua belah pihak yang terlebih dulu diluncurkan, yaitu pembayaran tiket perjalanan menggunakan kartu kredit nirsentuh Visa dengan seremoni dilaksanakan di Stasiun Blok A Visa.

Peresmian nama baru Stasiun Blok A Visa dihadiri oleh Wakil Kepala Dinas Perhubungan Daerah Khusus Ibu Kota (DKI) Jakarta Ujang Harmawan, Direktur Utama PT MRT Jakarta (Perseroda) Tuhiyat, Direktur Pengembangan Bisnis PT MRT Jakarta (Perseroda) Farchad Mahfud, Group Country Manager IPVMC Ana Vanconcellos, dan Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari.

Dalam sambutannya, Wakil Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta (Wakadishub) Ujang Harmawan menyampaikan apresiasi terhadap kerja sama ini.

“Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengapresiasi kolaborasi antara Visa dan MRT Jakarta melalui penamaan Stasiun Blok A Visa,” ungkapnya.

Kolaborasi ini diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas layanan transportasi publik, sekaligus menghadirkan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman dan andal bagi masyarakat Jakarta.

Senada dengan Wakadishub Ujang, Direktur Utama Tuhiyat menyatakan bahwa kerja sama ini melengkapi stasiun yang telah mendapatkan program hak penamaan.

“Kerja sama antara MRT Jakarta dan Visa ini menambah jumlah stasiun di Fase 1 Lin Utara Selatan yang telah dilengkapi dengan program hak penamaan, yaitu 11 stasiun,” jelasnya.

Menurut Tuhiyat, MRT Jakarta menjadi pionir dalam menerapkan pendekatan bisnis ini sebagai salah satu inovasi kemitraan antara sektor publik dan swasta, sekaligus menjadi transportasi publik pertama di Jakarta, bahkan di Indonesia, yang mengimplementasikannya.

Bagi MRT Jakarta, lanjutnya, program hak penamaan stasiun ini menunjukkan bahwa ruang publik dapat menjadi media kolaborasi dengan dunia usaha atau bisnis tanpa mengurangi fungsinya sebagai fasilitas publik.

“Kami berharap agar kolaborasi kali ini menjadi awal dari berbagai inovasi lainnya yang akan memperkuat ekosistem transportasi publik di Jakarta menjadi lebih modern, inklusif, dan berorientasi kepada pelanggan,” ungkapnya.

Stasiun Blok A Visa melengkapi 10 stasiun Fase 1 Lin Utara Selatan yang sebelumnya telah mendapatkan program hak penamaan, yaitu Lebak Bulus BSI, Fatmawati Indomaret, Cipete Raya Tuku, Blok M BCA, Senayan Mastercard, ASEAN Headquarters (nonkomersial), Istora Mandiri, Setiabudi Astra, Dukuh Atas BNI, dan Bundaran HI Bank Jakarta.

Mengenai Stasiun Haji Nawi dan Bendungan Hilir masih terbuka untuk kerja sama hak penamaan.

Sebagai salah satu jenama (brand) global dalam sistem pembayaran digital, kemitraan antara MRT Jakarta dan Visa membuktikan bahwa posisi Jakarta setara dengan kota metropolitan lainnya di dunia.

Lebih jauh lagi, akan memperkuat pencapaian target DKI Jakarta masuk ke peringkat 50 Indeks Kota Global pada 2030.

“Pembayaran open-loop atau pembayaran langsung dengan kartu berstandar global tanpa tiket atau kartu khusus, menjadi bagian penting dari mobilitas perkotaan modern karena membuat transportasi publik menjadi lebih mudah diakses,” kata Country Manager Visa Indonesia Vira Widiyasari.

Melalui peluncuran Stasiun MRT Blok A Visa, dia menambahkan, pihaknya ingin menegaskan komitmen Visa untuk mendukung mobilitas harian masyarakat Jakarta melalui akses pembayaran nirsentuh berstandar global yang lebih praktis bagi warga, komuter dan wisatawan mancanegara. B

Komentar

Bagikan