Japan Airlines Perbarui Perjanjian Program Pool dengan Embraer

Salah satu armada maskapai Japan Airlines (JAL). (dok. embraer)
Bagikan

Embraer dan Japan Airlines (JAL) telah memperpanjang kemitraan jangka panjang mereka melalui perjanjian multi-tahun di bawah program Pool Embraer, yang menyediakan dukungan perawatan, perbaikan dan suku cadang yang komprehensif untuk armada 32 pesawat E170 dan E190 milik maskapai tersebut.

Perjanjian ini akan memberikan dukungan untuk berbagai komponen yang dapat diperbaiki untuk armada E-Jets Japan Airlines, membantu meningkatkan keandalan pesawat.

Solusi ini juga mencakup persediaan komponen yang signifikan yang tersedia di dekat lokasi operasional pelanggan, memastikan akses cepat ke suku cadang penting dan meminimalkan gangguan operasional.

Sejak tahun 2008, E-Jets telah memainkan peran integral dalam armada J-Air, mendukung konektivitas regional di seluruh Jepang.

Perpanjangan perjanjian Program Pool ini menggarisbawahi komitmen bersama kedua perusahaan untuk mempertahankan standar keunggulan operasional tertinggi, sekaligus mendukung pertumbuhan berkelanjutan konektivitas regional di negara tersebut. Rata – rata keandalan layanan enam bulan E-Jets Japan Airlines mencapai 99,8%.

“Melalui perpanjangan kontrak dengan Embraer ini, kami memperkuat komitmen kami untuk mengamankan komponen berkualitas tinggi dan, yang terpenting, memastikan keselamatan absolut operasi penerbangan kami,” ujar Executive Officer, Vice President JAL Engineering Co. Ltd, Material and Component Services Yuta Kawaguchi.

Menurutnya, dengan membangun hubungan terpercaya bersama Embraer diharapkan dapat mendorong keunggulan operasional lebih lanjut dan memberikan pengalaman perjalanan yang sangat andal bagi penumpang

Sementara itu, President and CEO Embraer Services and Support Carlos Naufel mengaku bangga dapat semakin memperkuat hubungan jangka panjang dengan Japan Airlines melalui perjanjian ini.

“Melalui program Pool kami, kami berkomitmen untuk menyediakan keandalan, daya tanggap dan dukungan operasional yang dibutuhkan untuk memaksimalkan kinerja E-Jets,” jelasnya.

Embraer telah hadir di APAC selama hampir lima dekade sejak pesawat pertama beroperasi di wilayah tersebut pada tahun 1978.

Lebih dari lima belas maskapai penerbangan di tujuh negara di kawasan Asia Pasifik saat ini mengoperasikan E-Jets, menjadikan APAC salah satu pasar terpenting Embraer.

Guna mendukung pelanggan ini, Embraer telah membangun ekosistem regional komprehensif yang mendekatkan dukungan purna jual dengan operasional maskapai penerbangan.

Ini termasuk personel Embraer yang berlokasi di dekat basis pelanggan, Pusat Distribusi Regional dengan inventaris senilai lebih dari US$120 juta, simulator E1 dan E2, serta pusat layanan resmi di seluruh wilayah, memastikan dukungan yang cepat dan andal dimanapun E-Jets terbang. B

 

Komentar

Bagikan