
Teknologi insinerator Park Pyro berkapasitas hingga 20 ton sampah per hari menjalani Proof of Concept (POC) di Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang di Provinsi Banten.
Uji coba ini menjadi tahap penting untuk mengevaluasi kemungkinan penerapan teknologi pengolahan sampah tersebut di lingkungan bandara, sekaligus mengukur kesiapan teknologi, operasional, keselamatan, lingkungan, dan sumber daya manusia.
POC dilakukan PT Park Tahta Berjaya bersama PT Angkasa Pura Indonesia dan PT IAS Support Indonesia setelah melalui rangkaian persiapan sejak Maret 2026, mulai dari koordinasi teknis, instalasi mesin, pengujian hingga pelatihan operator.
Menurut Deputy General Manager, Airport Facility, Equipment and Technology Services – CGK PT Angkasa Pura Indonesia Gani Wijaya, POC menjadi bagian dari evaluasi penerapan teknologi pengolahan sampah di Bandara Soekarno-Hatta.
“Proses POC ini tidak hanya berhenti sampai di sini. Selanjutnya, kami akan terus melakukan evaluasi dan melihat kebutuhan operasional di Bandara Internasional Soekarno-Hatta. Harapannya, penerapan teknologi ini juga dapat menjadi salah satu percontohan untuk pengelolaan sampah di bandara-bandara lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Gani menuturkan, evaluasi lapangan diperlukan agar teknologi dan sistem pengelolaan dapat disesuaikan dengan kebutuhan operasional bandara.
Insinerator PARK PYRO yang digunakan memiliki kapasitas pengolahan hingga 20 ton sampah per hari.
Pengoperasiannya dalam POC mencakup pengenalan sistem, proses pengolahan sampah, prosedur kerja dan aspek keselamatan, serta lingkungan.
Manpower and Facility Services Operation Group Head PT IAS Support Indonesia Andy Ihza Mahendra menilai, kesiapan operator menjadi bagian penting dalam penerapan teknologi pengolahan sampah.
“Keberadaan alat ini nantinya tidak hanya membantu dalam mengatasi dan mengelola sampah, tapi juga membantu orang – orang yang terlibat dalam pengoperasiannya untuk lebih memahami teknologi tersebut. Jadi, bukan hanya sampahnya yang dapat ditangani, tapi orang – orang yang mengoperasikan juga dapat lebih memahami teknologi dan cara pengoperasiannya,” ungkapnya.
Dengan demikian, POC tidak hanya menguji kemampuan mesin, tetapi juga kesiapan manusia yang akan menjalankan sistem secara tepat dan aman.
Direktur PT Park Tahta Berjaya Anatolia Gita menegaskan, POC di Bandara Soekarno-Hatta memberikan kesempatan untuk menguji penerapan Park Pyro pada lingkungan dengan karakteristik operasional kompleks, seperti bandara.
“POC ini menjadi kesempatan bagi kami untuk melihat secara langsung bagaimana teknologi Park Pyro dapat diterapkan di lingkungan bandar udara. Kami akan terus melakukan evaluasi dan pengembangan agar teknologi, serta sistem pendukungnya dapat menyesuaikan dengan kebutuhan operasional di lapangan,” tutur Anatolia.
Sebelumnya, Park Pyro telah diterapkan di sejumlah lokasi di Indonesia. PT Park Tahta Berjaya menyatakan, telah memasang dua unit berkapasitas 10 ton per hari di Mataram dan satu unit 20 ton per hari di Gili Trawangan.
Park Pyro dikembangkan sebagai teknologi pengolahan sampah yang diklaim beroperasi tanpa menghasilkan asap.
Teknologi tersebut juga telah menjalani uji emisi oleh PT Sucofindo dengan hasil memenuhi ketentuan parameter emisi yang diuji di Indonesia.
Pengalaman tersebut menjadi modal pengembangan teknologi agar dapat disesuaikan dengan karakteristik setiap lokasi.
Di Bandara Soekarno-Hatta, evaluasi diarahkan pada kebutuhan nyata bandara, termasuk aspek teknologi, operasional, keselamatan, lingkungan, dan sumber daya manusia.
Pengembangan ini membawa semangat Zero Waste, Zero Emisi sebagai konsep pengelolaan sampah yang lebih terintegrasi dengan tetap memperhatikan efektivitas operasional dan ketentuan lingkungan yang berlaku.
Dalam kegiatan tersebut turut hadir Founder Insinerator Park Pyro Lee Jae Woong, Direktur Utama PT Park Tahta Berjaya Park Ki Tae, Direktur Peralatan Aviasi dan Teknologi PT IAS Support Indonesia Sri Ayuni Dwi Astuti, Direktur Layanan Alih Daya dan Fasilitas PT IAS Support Indonesia Suparlan, serta Assistant Deputy Airport Mechanical Services PT Angkasa Pura Indonesia Untung Basuki. B



