Investasi Pariwisata Ditargetkan Capai US$8 Miliar Dalam 10 Tahun ke Depan

Menparekraf/Kabaparekraf Sandiaga Salahuddin Uno memaksimalkan kehadirannya di acara "World Travel and Tourism Council" di Riyadh, Arab Saudi melalui pertemuan bilateral investasi dan bisnis dengan sejumlah pihak, salah satunya dengan Executive Committee Member of World Travel & Tourism Council (WTTC) yang juga menjabat sebagai Executive Chairman of China Chamber of Tourism (CCT), Pansy Ho pada Kamis (1/12/2022). (dok. kemenparekraf)

Nilai investasi pada sektor pariwisata Indonesia ditargetkan bisa mencapai hingga US$8 miliar dalam 10 tahun ke depan.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, berbagai pertemuan bisnis dilakukan dengan harapan dapat meningkatkan lebih banyak investasi pada sektor pariwisata.

“Pertemuan-pertemuan dengan seluruh stakeholder diharapkan dapat meningkatkan lebih banyak investasi pada sektor pariwisata,” katanya.

Menparekraf Sandiaga memaksimalkan kehadirannya di acara World Travel and Tourism Council di Riyadh, Arab Saudi, beberapa waktu lalu melalui pertemuan bilateral investasi dan bisnis dengan sejumlah pihak.

Pertemuan pertama dilakukan dengan Executive Committee Member World Travel & Tourism Council (WTTC) yang juga menjabat sebagai Executive Chairman China Chamber of Tourism (CCT), Pansy Ho.

Baca juga :   Ada 200 UMKM Binaan BKSS Sukses Naikkan Omzet Hingga 89,5%

Dalam pertemuan itu, keduanya membahas berbagai peluang kerja sama salah satunya menjadikan Indonesia sebagai host “Global Tourism Economy Forum” dalam dua tahun ke depan.

Pansy Ho saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua sekaligus Sekjen dari Global Tourism Economy Forum.

“Kami menyepakati tiga hal dimana Indonesia akan menjadi feature country dan akan dipilih menjadi host dari Global Tourim Economic Forum dalam dua tahun kedepan,” jelas Sandiaga, Kamis (1/12/2022).

Kedua, lanjutnya, Pansy Ho yang juga Group Executive Chairman and Managing Director Shun Tak Holdings Limited juga akan melakukan penjajakan investasi, khususnya di Bali dalam pendirian hotel berskala internasional.

“Mereka melirik Bali dan lima destinasi pariwisata super prioritas untuk membangun hotel berkualitas bintang lima atau lebih,” ungkapnya.

Baca juga :   Kemenparekraf Ajak Wisatawan Nonton dan Meriahkan Ajang WSBK 2023 di Mandalika

Selanjutnya, penjajakan bagi industri pariwisata Indonesia untuk kembali menggarap pasar China dalam beberapa waktu ke depan.

“Yang ketiga adalah meng-update dengan harapan bahwa di kuartal ketiga tahun depan, di pertemuan Global Tourim Economic Forum, Indonesia mulai bisa menggarap pasar China yang selama ini masih tutup karena kebijakan zero Covid-19. Kita sudah menunggu pariwisata dari China untuk kembali pulih,” tutur Sandiaga. B

 

 

 

 

Komentar